70% BBM subsidi dinikmati orang kaya
Selasa, 27 November 2012 - 17:43 WIB
70% BBM subsidi dinikmati orang kaya
A
A
A
Sindonews.com - Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS) menilai, subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak tepat sasaran dan karena itu perlu dikurangi. Berdasarkan data IKA ITS, sekitar 70 persen BBM Subsidi dinikmati oleh orang-orang mampu yang memiliki kendaraan roda empat.
"Mayoritas pengguna BBM subsidi itu, lebih dari 70 persen adalah orang yang masuk kategori golongan mampu dan tidak pantas untuk disubsidi,” terang Ketua Umum IKA ITS Irnanda Laksanawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk mengalihkan anggaran subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur perekonomian seperti jalan raya, peremajaan moda transportasi umum dan perbaikan infrastruktur.
Dengan demikian, biaya ekonomi menjadi lebih murah karena dapat meminimalisasi kendala distribusi kegiatan ekonomi. “Kami menyarankan ada perubahan paradigma dari subsidi harga menjadi subsidi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambah Irnanda.
Sebagai catatan, tahun ini pendapatan negara dari sektor migas dan pertambangan umum diperkirakan akan mencapai Rp388 triliun. Jumlah ini setara 28 persen dari total pendapatan negara. Namun, diperkirakan sebanyak Rp225 triliun atau 60 persen terkuras hanya untuk subsidi BBM dan Listrik.
"Mayoritas pengguna BBM subsidi itu, lebih dari 70 persen adalah orang yang masuk kategori golongan mampu dan tidak pantas untuk disubsidi,” terang Ketua Umum IKA ITS Irnanda Laksanawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk mengalihkan anggaran subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur perekonomian seperti jalan raya, peremajaan moda transportasi umum dan perbaikan infrastruktur.
Dengan demikian, biaya ekonomi menjadi lebih murah karena dapat meminimalisasi kendala distribusi kegiatan ekonomi. “Kami menyarankan ada perubahan paradigma dari subsidi harga menjadi subsidi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambah Irnanda.
Sebagai catatan, tahun ini pendapatan negara dari sektor migas dan pertambangan umum diperkirakan akan mencapai Rp388 triliun. Jumlah ini setara 28 persen dari total pendapatan negara. Namun, diperkirakan sebanyak Rp225 triliun atau 60 persen terkuras hanya untuk subsidi BBM dan Listrik.
(rna)
Lihat Juga :