Sibuk urusan pribadi, DPR lupakan rakyat
Selasa, 27 November 2012 - 17:44 WIB
Sibuk urusan pribadi, DPR lupakan rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Sangat disayangkan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang seharusnya mengurusi permasalahan rakyat, justru sibuk mengurusi urusan pribadinya sehingga tidak mengetahui jika saat ini telah terjadi kekisruhan terkait kelangkaan BBM subsidi.
Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bathoegana mengatakan akan memanggil PT Pertamina (Persero) terkait habisnya jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Saya benar-benar belum mengetahui statement ini, saya belum baca berita ini, yang sudah dibaca itu mengenai penghinaan saya terhadap Almarhum Gus Dur," ungkap Sutan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Seperti diketahui, langkanya stok BBM bersubsidi membuat pengelola SPBU bingung menyiasatinya. Sebab, terlambatnya pengiriman disebabkan adanya pengurangan kuota ke tiap SPBU. Pertamina memperkirakan pasokan BBM subsidi jenis premium akan habis kuotanya pada 19 Desember 2012 yang akan datang.
"Saya belum tahu statement-nya Pertamina itu habis. Tapi apapun namanya pemerintah dalam hal ini dengan Pertamina harus bisa menjamin suplai BBM ini, karena ini sangat dibutuhkan," kata Sutan.
"Tapi jalan satu-satunya adalah menyesuaikan harga yang ada supaya BBM tidak langka atau bahkan sampai kehabisan stok, caranya dengan menaikan harga itu sendiri namun hal ini pasti akan menjadi prokontra kembali di kalangan masyarakat," ucap dia.
Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bathoegana mengatakan akan memanggil PT Pertamina (Persero) terkait habisnya jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Saya benar-benar belum mengetahui statement ini, saya belum baca berita ini, yang sudah dibaca itu mengenai penghinaan saya terhadap Almarhum Gus Dur," ungkap Sutan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Seperti diketahui, langkanya stok BBM bersubsidi membuat pengelola SPBU bingung menyiasatinya. Sebab, terlambatnya pengiriman disebabkan adanya pengurangan kuota ke tiap SPBU. Pertamina memperkirakan pasokan BBM subsidi jenis premium akan habis kuotanya pada 19 Desember 2012 yang akan datang.
"Saya belum tahu statement-nya Pertamina itu habis. Tapi apapun namanya pemerintah dalam hal ini dengan Pertamina harus bisa menjamin suplai BBM ini, karena ini sangat dibutuhkan," kata Sutan.
"Tapi jalan satu-satunya adalah menyesuaikan harga yang ada supaya BBM tidak langka atau bahkan sampai kehabisan stok, caranya dengan menaikan harga itu sendiri namun hal ini pasti akan menjadi prokontra kembali di kalangan masyarakat," ucap dia.
(gpr)
Lihat Juga :