PIPM DIY siap edukasai investasi pasar modal
Selasa, 27 November 2012 - 18:02 WIB
PIPM DIY siap edukasai investasi pasar modal
A
A
A
Sindonews.com – Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) DIY, siap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bisnis saham dan investasi pasar modal, menyusul masih tingginya kasus penipuan berkedok investasi.
Kepala PIPM Jogja Irfan Noor Reza mengaku, prihatin dengan masih adanya modus penipuan berkedok investasi. Terlepas dari hal ini, masyarakat harus waspada. Mereka jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan dari sebuah investasi dalam waktu singkat.
Biasanya penipuan model ini, selalu menjanjikan keuntungan dalam jumlah yang besar. Mereka menggunakan tokoh masyarakat untuk menarik konsumen. Testimoni model ini, terbukti
ampuh untuk mendapatkan dana dari konsumen.
“Biasanya, investor diminta menyetorkan sejumlah uang ke rekening yang tertera di website,” tuturnya.
Selain model tersebut, penipuan model ini juga menggunakan model arisan berantai. Bahkan, keuntungan investasi yang dijanjikan dalam sebulan bisa mencapai 20 persen. Pada awalnya, penyelenggara berani tidak ambil untung untuk meyakinkan investor.
Irfan meminta masyarakat lebih jeli dalam bisnis investasi. Calon investor harus tahu wahana yang dipakai dalam investasi ini, termasuk aturan dan kemungkinan risiko yang timbul. Yang perlu diingat ada lembaga penjaminan yang akan membantu investor untuk berinvestasi. “Ada 17 perusahaan sekuritas yang resmi terdaftar,” tegas Irfan.
Kepala PIPM Jogja Irfan Noor Reza mengaku, prihatin dengan masih adanya modus penipuan berkedok investasi. Terlepas dari hal ini, masyarakat harus waspada. Mereka jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan dari sebuah investasi dalam waktu singkat.
Biasanya penipuan model ini, selalu menjanjikan keuntungan dalam jumlah yang besar. Mereka menggunakan tokoh masyarakat untuk menarik konsumen. Testimoni model ini, terbukti
ampuh untuk mendapatkan dana dari konsumen.
“Biasanya, investor diminta menyetorkan sejumlah uang ke rekening yang tertera di website,” tuturnya.
Selain model tersebut, penipuan model ini juga menggunakan model arisan berantai. Bahkan, keuntungan investasi yang dijanjikan dalam sebulan bisa mencapai 20 persen. Pada awalnya, penyelenggara berani tidak ambil untung untuk meyakinkan investor.
Irfan meminta masyarakat lebih jeli dalam bisnis investasi. Calon investor harus tahu wahana yang dipakai dalam investasi ini, termasuk aturan dan kemungkinan risiko yang timbul. Yang perlu diingat ada lembaga penjaminan yang akan membantu investor untuk berinvestasi. “Ada 17 perusahaan sekuritas yang resmi terdaftar,” tegas Irfan.
(rna)
Lihat Juga :