Wamen ESDM : Kasihan masyarakat kecil
Rabu, 28 November 2012 - 09:25 WIB
Wamen ESDM : Kasihan masyarakat kecil
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menuturkan, pihaknya akan berusaha keras agar tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dapat segera terealisasi sehingga tidak terjadi krisis BBM subsidi pada akhir tahun ini. Pasalnya, masyarakat kecil akan sangat kesulitan bila BBM subsidi habis.
"Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma enam hari," ujar Rudi Rubiandini kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (27/11/2012) malam.
Agar pasokan BBM subsidi tercukupi dan masyarakat kecil tidak dirugikan, Rudi meminta orang-orang kaya berempati pada masyarakat kecil dengan tidak ikut-ikutan menikmati BBM subsidi.
"Bagi mereka yang sudah cukup dan tidak perlu mendapatkan subsidi sebaiknya pegang hati nurani untuk mau memulai minimal sebulan Desember ini mau menggunakan BBM yang non subsidi, itu penting," tukas dia.
Pada kesempatan terpisah, sebelumnya Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS) mengungkapkan, 70 persen lebih BBM subsidi dinikmati oleh golongan yang sebenarnya tidak layak disubsidi.
"Mayoritas pengguna BBM subsidi itu, lebih dari 70 persen, adalah orang yang masuk kategori golongan mampu dan tidak pantas untuk disubsidi,” terang Ketua Umum IKA ITS Irnanda Laksanawan beberapa waktu lalu.
"Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma enam hari," ujar Rudi Rubiandini kepada wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (27/11/2012) malam.
Agar pasokan BBM subsidi tercukupi dan masyarakat kecil tidak dirugikan, Rudi meminta orang-orang kaya berempati pada masyarakat kecil dengan tidak ikut-ikutan menikmati BBM subsidi.
"Bagi mereka yang sudah cukup dan tidak perlu mendapatkan subsidi sebaiknya pegang hati nurani untuk mau memulai minimal sebulan Desember ini mau menggunakan BBM yang non subsidi, itu penting," tukas dia.
Pada kesempatan terpisah, sebelumnya Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS) mengungkapkan, 70 persen lebih BBM subsidi dinikmati oleh golongan yang sebenarnya tidak layak disubsidi.
"Mayoritas pengguna BBM subsidi itu, lebih dari 70 persen, adalah orang yang masuk kategori golongan mampu dan tidak pantas untuk disubsidi,” terang Ketua Umum IKA ITS Irnanda Laksanawan beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :