BI: Ekonomi RI masuk periode menarik
Rabu, 28 November 2012 - 12:03 WIB
BI: Ekonomi RI masuk periode menarik
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai kondisi yang dialami Indonesia saat ini adalah periode menarik. Pasalnya, secara ekonomi ada dinamika yang menguji kelebihan dengan kekurangan yang dimiliki Indonesia.
Darmin mengaku, pihaknya dalam mempersiapkan berbagai kebijakan adalah dengan membaca apa yang dimiliki. "Kita melihat dunia sedang merosot, nah, bagaimana mengayuh perahu yang sarat berbagai karang?" ujar Darmin di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Darmin menjelaskan, dengan membelah kelebihan dan kekurangan perekonomian Indonesia. Dari kelebihan, dia mengaku kuatnya negara ini pada sisi internal. Kelebihan ini terlihat sejak kuartal empat tahun 2011 lalu. "Itu diukurnya sederhana, pertumbuhan ekonomi, kemudian inflasi dan kesempatan kerja," jelas Darmin.
Sedangkan kekurangan, menurutnya terletak di bagian eksternal yang terukur pada neraca pembayaran. Dia menilai pemerintah sejak jaman Orde Baru hingga sekarang belum dapat mencari solusi dari persoalan ini.
"Kelemahan itu sejak Orde Baru eksis dan bertahan, oleh karena itu dalam mengelola dinamika yang tadi, jangan smpai jauh kita masuk di kelemahan ini," ucapnya.
Dia mengungkapkan, China dapat melewati kondisi krisis yang terjadi berulang kali di dunia, dapat bertahan dalam 20 hingga 30 tahun. Langkahnya, adalah dengan menjaga agar kelemahan kita tidak terjadi di negaranya. "Negara yang kelemahan yang sama dengan kita itu India, itu mereka kerepotan akhir-akhir ini," pungkasnya.
Darmin mengaku, pihaknya dalam mempersiapkan berbagai kebijakan adalah dengan membaca apa yang dimiliki. "Kita melihat dunia sedang merosot, nah, bagaimana mengayuh perahu yang sarat berbagai karang?" ujar Darmin di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Darmin menjelaskan, dengan membelah kelebihan dan kekurangan perekonomian Indonesia. Dari kelebihan, dia mengaku kuatnya negara ini pada sisi internal. Kelebihan ini terlihat sejak kuartal empat tahun 2011 lalu. "Itu diukurnya sederhana, pertumbuhan ekonomi, kemudian inflasi dan kesempatan kerja," jelas Darmin.
Sedangkan kekurangan, menurutnya terletak di bagian eksternal yang terukur pada neraca pembayaran. Dia menilai pemerintah sejak jaman Orde Baru hingga sekarang belum dapat mencari solusi dari persoalan ini.
"Kelemahan itu sejak Orde Baru eksis dan bertahan, oleh karena itu dalam mengelola dinamika yang tadi, jangan smpai jauh kita masuk di kelemahan ini," ucapnya.
Dia mengungkapkan, China dapat melewati kondisi krisis yang terjadi berulang kali di dunia, dapat bertahan dalam 20 hingga 30 tahun. Langkahnya, adalah dengan menjaga agar kelemahan kita tidak terjadi di negaranya. "Negara yang kelemahan yang sama dengan kita itu India, itu mereka kerepotan akhir-akhir ini," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :