Wapres: Indonesia termasuk the lucky one
Rabu, 28 November 2012 - 12:50 WIB
Wapres: Indonesia termasuk the lucky one
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi yang masih terus melaju di tengah krisis global membuat Indonesia menjadi perhatian besar dunia. Bahkan hal ini dimungkinkan untuk terjadi hingga beberapa puluh tahun mendatang.
Wakil Presiden Boediono menyatakan Indonesia merupakan negara yang termasuk dalam the lucky one. Karena perhatian yang besar dari dunia tersebut disebabkan oleh rasa penasaran.
"Indonesia sekarang itu termasuk the lucky one," ungkap Budiono dihadapan 100 CEO di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Senayan, Rabu (28/11/2012).
Menurutnya, kata lucky mungkin agak terlalu mengerdilkan upaya negara yang dilakukan selama ini, karena dirinya mengaku upaya yang dilakukan cukuplah besar. Akan tetapi, lucky adalah upaya yang diikuti dengan ketepatan waktu.
"Lucky, mungkin itu terlalu mengercilkan upaya kita sendiri, karena upaya kita sebenarnya juga besar. Lucky, karena kita dapat mengambil langkah pada waktunya," jelasnya.
Dia mengatakan, melihat negara sekitar, sisi ekonomi banyak yang terhitung miring atau tidak dapat menciptakan pertumbuhan yang bagus. Ini harusnya menjadi kewaspadaan. "Jadi Apa yang kita lakukan memang harus kita pikirkan bersama," pungkasnya.
Wakil Presiden Boediono menyatakan Indonesia merupakan negara yang termasuk dalam the lucky one. Karena perhatian yang besar dari dunia tersebut disebabkan oleh rasa penasaran.
"Indonesia sekarang itu termasuk the lucky one," ungkap Budiono dihadapan 100 CEO di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Senayan, Rabu (28/11/2012).
Menurutnya, kata lucky mungkin agak terlalu mengerdilkan upaya negara yang dilakukan selama ini, karena dirinya mengaku upaya yang dilakukan cukuplah besar. Akan tetapi, lucky adalah upaya yang diikuti dengan ketepatan waktu.
"Lucky, mungkin itu terlalu mengercilkan upaya kita sendiri, karena upaya kita sebenarnya juga besar. Lucky, karena kita dapat mengambil langkah pada waktunya," jelasnya.
Dia mengatakan, melihat negara sekitar, sisi ekonomi banyak yang terhitung miring atau tidak dapat menciptakan pertumbuhan yang bagus. Ini harusnya menjadi kewaspadaan. "Jadi Apa yang kita lakukan memang harus kita pikirkan bersama," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :