3 cara BUMI bisa bayar utang

Rabu, 28 November 2012 - 15:17 WIB
3 cara BUMI bisa bayar...
3 cara BUMI bisa bayar utang
A A A
Sindonews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melihat setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar perseroan bisa melunasi utang-utangnya lebih awal.

"Kita tidak melihat ada masalah, kita punya dana untuk membayar dan itu berasal dari dana internal. Kami akan membayar lebih awal, dan itu tergantung tiga hal," ujar Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava, dalam paparan media di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Pertama, kata dia, menguatkan kas dengan mengandalkan peningkatan produksi dan volume penjualan perusahaan dari KPC dan Arutmin. "Kami targetkan produksi dan penjualan naik 10 persen dengan harapan bisa memperkuat posisi kas," lanjut dia.

Kedua, adalah dengan pencairan investasi di Recapital. "Kami punya investasi di sana yang akan jatuh tempo Agustus 2013," kata Dileep lagi.

Ketiga, adalah monetisasi aset non-core artinya di luar Arutmin dan KPC. "Kami membuka peluang untuk bisa dijual pada harga yang menguntungkan. Jika ada investor yang siap mau membeli dengan harga yang baik. Tapi dengan kondisi pasar saat ini kami tidak dapat memastikan kapan bisa selesai," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, BUMI mencatat total utang perseroan mencapai USD3,79 miliar atau setara Rp36,4 triliun.

Berdasarkan presentasi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/11/2012) dijelaskan bahwa pinjaman tersebut merupakan pinjaman BUMI dan tidak termasuk entitas anak. Pinjaman tersebut memiliki waktu jatuh tempo mulai tahun ini hingga lima tahun mendatang atau 2017.

Rinciannya, utang jatuh tempo perseroan pada tahun ini tercatat sebesar USD17 juta atau setara Rp163,44 miliar, pada tahun depan senilai USD254,5 juta atau setara Rp2,45 triliun. Sedangkan, pada 2014 yang akan jatuh tempo sebesar USD1,23 miliar atau setara Rp11,83 triliun.

Adapun, utang jatuh tempo yang akan jatuh tempo pada 2015 mencapai USD1,06 miliar atau setara Rp10,19 triliun, pada 2016 sebesar USD530 juta ataun setara Rp5,1 triliun dan pada 2017 senilai USD700 juta atau setara Rp6,73 triliun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kabar Duka, Presdir...
Kabar Duka, Presdir Bumi Resources Saptari Hoedaja Meninggal Dunia
BUMI Terapkan Good Mining...
BUMI Terapkan Good Mining Practice demi Pertambangan Berkelanjutan
Program CSR Bumi Resources...
Program CSR Bumi Resources Dukung Kemandirian Masyarakat
Dukung UMKM Lokal, Arutmin...
Dukung UMKM Lokal, Arutmin Insiasi Program Nawasena
Rogoh Rp24 Triliun,...
Rogoh Rp24 Triliun, Salim Group Cicipi Legitnya Bisnis Batu Bara
Iringi Kinerja di 2023,...
Iringi Kinerja di 2023, BUMI Raih Sejumlah Penghargaan Bidang ESG
Berita Terkini
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
21 menit yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
35 menit yang lalu
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
1 jam yang lalu
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
1 jam yang lalu
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
1 jam yang lalu
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
2 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved