WIKA raih penghargaan dari Kementerian PU

Rabu, 28 November 2012 - 17:59 WIB
WIKA raih penghargaan...
WIKA raih penghargaan dari Kementerian PU
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pembina Konstruksi memberikan dua penghargaan kepada PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk dua proyek garapannya, yaitu jalur ganda lintasan kereta api (double track) Cirebon-Kroya sepanjang 280 meter dan Jembatan Layang Non Tol Casablanca bagian dari Kampung Melayu-Tanah Abang.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Usaha WIKA Tony Warsono mengatakan, kedua proyek yang telah dirampungkan Wika ini mendapat penghargaan dengan pertimbangan metode kerja dan efisiensi kinerja. Dia menyebutkan, untuk proyek Jembatan Layang Casablanca, perusahaan telah mampu menekan biaya konstruksi hingga 15 persen.

"Kita selesaikan Jembatan Casablanca dan jembatan double track Cirebon-Kroya membentang sepanjang 280 meter. Itu jembatan kereta api double terpanjang di Indonesia," ungkap Tony saat ditemui selepas acara Seminar Konstruksi Nasional di Golden Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Dengan desain tersebut, kata dia, perusahaannya bisa menekan biaya konstruksi sampai 15 persen. "Awalnya Rp390 miliar, menjadi Rp345 miliar. Dan dengan pekerjaan itu, tidak terganggu traffic yang di bawahnya," ujarnya.

Sedangkan untuk proses konstruksi proyek jembatan double track Cirebon-Kroya senilai Rp48 miliar hanya memakan waktu tujuh bulan, dari yang ditargetkan selama 10 bulan. Jembatan ini sudah fungsional pada bulan Maret 2012.

"Jembatan double track, itu harusnya 10 bulan kita selesaikan dalam 7 bulan," tambahnya.

Tony menuturkan, perseroan akan terus mengembangkan usahanya termasuk mendiversifikasi bisnisnya. Selain akan melancarkan proyek mass rapid transit (MRT) dan pembangunan pipa Chevron di Riau, dia pun mengungkapkan, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut sedang menggarap proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA), antara lain PLTA Bali dengan kapasitas 50 megawatt (MW), Ambon 25 MW, Rengat 20 MW, dan Borang 30 MW.

"Alasan kita masuk ke sektor PLTA karena memanfaatkan air, yang sifatnya renewable. Selain itu, kami juga menilai sektor ini potensial," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garap Proyek Konstruksi,...
Garap Proyek Konstruksi, Waskita Beton Gandeng Perusahaan Jepang
Bidik Kontrak Rp40 Triliun,...
Bidik Kontrak Rp40 Triliun, WIKA Pede Bisa Raup Laba Rp1,05 Triliun
Holding BUMN Perhotelan...
Holding BUMN Perhotelan Ditargetkan Rampung Mei, Ini Progresnya
Profil Wika Bitumen,...
Profil Wika Bitumen, BUMN yang Terjerat Kasus Hukum Dituntut Rp5 Miliar
Keren! Asbuton Bisa...
Keren! Asbuton Bisa Jadi Prioritas Gantikan Aspal Impor
Wika Sebar Dividen Rp457...
Wika Sebar Dividen Rp457 Miliar dari Laba Bersih 2019
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
2 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
3 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
4 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
13 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved