BBM subsidi kurang, DPR salahkan Kemenkeu
Kamis, 29 November 2012 - 08:39 WIB
BBM subsidi kurang, DPR salahkan Kemenkeu
A
A
A
Sindonews.com - Kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi pada akhir tahun ini, menurut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan kesalahan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pasalnya, Kemenkeu hanya mau menambah pasokan BBM subsidi sebanyak 4,04 juta kiloliter (kl) pada September 2012 lalu meski telah disarankan oleh DPR untuk menambah 5 juta kl.
"Saat pembahasan, telah saya ingatkan agar menambah alokasi BBM bersubsidi sebanyak 5 juta kl. Saat itu, Kementerian Keuangan menjawab hanya bisa menambah 4,04 juta kl," tutur Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012) malam.
Menurut dia, pemerintah telah salah perhitungan dalam mengalokasikan BBM subsidi. Tambahan 4,04 juta kl sejak awal diyakini DPR tidak akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. "Dari awal, alokasi ini memang tidak mencerminkan kebutuhan konsumsi BBM tahun 2012," tutur Nur Yasin.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
Pasalnya, Kemenkeu hanya mau menambah pasokan BBM subsidi sebanyak 4,04 juta kiloliter (kl) pada September 2012 lalu meski telah disarankan oleh DPR untuk menambah 5 juta kl.
"Saat pembahasan, telah saya ingatkan agar menambah alokasi BBM bersubsidi sebanyak 5 juta kl. Saat itu, Kementerian Keuangan menjawab hanya bisa menambah 4,04 juta kl," tutur Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012) malam.
Menurut dia, pemerintah telah salah perhitungan dalam mengalokasikan BBM subsidi. Tambahan 4,04 juta kl sejak awal diyakini DPR tidak akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. "Dari awal, alokasi ini memang tidak mencerminkan kebutuhan konsumsi BBM tahun 2012," tutur Nur Yasin.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :