14 Desember, deadline pemerintah ajukan tambahan kuota
Kamis, 29 November 2012 - 09:10 WIB
14 Desember, deadline pemerintah ajukan tambahan kuota
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk segera mengajukan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada DPR. Seperti diketahui, penambahan kuota BBM subsidi oleh pemerintah membutuhkan persetujuan DPR terlebih dahulu.
"Salah satunya dengan segera menggelar rapat dengan Komisi VII DPR untuk meminta persetujuan penambahan kuota BBM bersubsidi," kata Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Pihaknya meminta pemerintah untuk mengajukan penambahan kuota sebelum tanggal 14 Desember 2012 karena setelah tanggal tersebut DPR akan reses. "Rapat dapat digelar sebelum masa reses sidang kedua tahun 2012/2013 pada 14 Desember 2012 mendatang," tegas Nur Yasin.
Sebelumnya, pada Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini.
DPR pun telah membuka lebar peluang akan adanya pemberian tambahan kuota BBM subsidi. "Mekanismenya memungkinkan tetapi harus disampaikan pada DPR lagi," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha beberapa waktu lalu.
"Salah satunya dengan segera menggelar rapat dengan Komisi VII DPR untuk meminta persetujuan penambahan kuota BBM bersubsidi," kata Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Pihaknya meminta pemerintah untuk mengajukan penambahan kuota sebelum tanggal 14 Desember 2012 karena setelah tanggal tersebut DPR akan reses. "Rapat dapat digelar sebelum masa reses sidang kedua tahun 2012/2013 pada 14 Desember 2012 mendatang," tegas Nur Yasin.
Sebelumnya, pada Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini.
DPR pun telah membuka lebar peluang akan adanya pemberian tambahan kuota BBM subsidi. "Mekanismenya memungkinkan tetapi harus disampaikan pada DPR lagi," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :