DPR : Pemerintah salah hitung kuota BBM subsidi
Kamis, 29 November 2012 - 09:23 WIB
DPR : Pemerintah salah hitung kuota BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Krisis bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang akan terjadi di penghujung tahun 2012 ini bila tidak ada tambahan pasokan, menurut DPR, merupakan akibat kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh pemerintah.
"Pemerintah seharusnya dari awal dapat berhitung dan memprediksi situasi saat ini akan terjadi," ucap Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Seharusnya, sambung Yasin, pemerintah meminta tambahan kuota lebih dari 4,04 juta kiloliter (kl) pada September lalu. "Prediksi penambahan alokasi BBM bersubsidi tahun 2012 sebesar 4,04 juta kiloliter atau total sebanyak 44,04 juta terlalu kecil," ujarnya.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian EDDM, untuk segera mengatasi ancaman krisis BBM subsidi ini. "Kementerian ESDM untuk segera mengambil langkah-langkah untuk segera merespons kelangkaan kuota BBM bersubsidi ini," pungkas Yasin.
Sebelumnya, pada Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini.
"Pemerintah seharusnya dari awal dapat berhitung dan memprediksi situasi saat ini akan terjadi," ucap Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Seharusnya, sambung Yasin, pemerintah meminta tambahan kuota lebih dari 4,04 juta kiloliter (kl) pada September lalu. "Prediksi penambahan alokasi BBM bersubsidi tahun 2012 sebesar 4,04 juta kiloliter atau total sebanyak 44,04 juta terlalu kecil," ujarnya.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian EDDM, untuk segera mengatasi ancaman krisis BBM subsidi ini. "Kementerian ESDM untuk segera mengambil langkah-langkah untuk segera merespons kelangkaan kuota BBM bersubsidi ini," pungkas Yasin.
Sebelumnya, pada Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini.
(rna)
Lihat Juga :