BI kembangkan pasar obligasi

Kamis, 29 November 2012 - 09:58 WIB
BI kembangkan pasar...
BI kembangkan pasar obligasi
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mendorong peningkatan peran pasar keuangan khususnya pengembangan pasar obligasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memacu pembiayaan investasi yang selama ini kemampuannya masih sangat rendah.

Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Hendar mengatakan, dibandingkan negara kawasan, peran sektor keuangan domestik untuk membiayai investasi masih tertinggal. “Hal ini karena kredit investasi perbankan masih rendah sementara alternatif pembiayaan dari pasar modal dan APBN masih terbatas,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, pembiayaan investasi bersumber 61 persen dari dana internal, sementara pembiayaan modal kerja 25 persen bersumber dari dana internal. Menurut Hendar, diperlukan kebijakan pendalaman pasar keuangan Indonesia sebagai solusi dari permasalahan tersebut, yaitu dengan melakukan penguatan operasi moneter dan pengembangan pasar keuangan.

Untuk pendalaman pasar keuangan, lanjut dia, BI mendorong pemda dan korporasi seperti BUMN menerbitkan obligasi yang bisa digunakan untuk membiayai investasi di berbagai sektor seperti infrastruktur ataupun pengembangan UMKM.

”Ke depan, penerbitan obligasi daerah dan obligasi korporasi seperti BUMN harus dikembangkan, sejalan pengembangan pasar keuangannya dengan peningkatan volume transaksi dan lainnya,” paparnya.

Hendar menambahkan, pengembangan pasar obligasi untuk pembiayaan investasi akan membantu operasi moneter Bank Indonesia yang belakangan juga menggunakan SBN sebagai instrumen operasi moneter.

Menurutnya, BI sudah memiliki SBN sekitar Rp85 triliun dan ini membuat pasar SBN lebih likuid dan stabil, sehingga struktur neraca BI lebih sehat. “Dengan pasar SBN yang lebih likuid, biaya penerbitan SBN dan biaya pembangunan menjadi lebih murah,” ungkapnya.

Di pasar obligasi korporasi, lanjut dia, BI sebenarnya juga bisa menggunakannya juga sebagai instrumen moneter dengan mekanisme reverse repo, namun aturan di perusahaan asuransi dan dana pensiun menghambat kemungkinan tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
24 menit yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
1 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
4 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
4 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
4 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
4 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved