BRI kucuri Peruri dana Rp500 M
Kamis, 29 November 2012 - 11:33 WIB
BRI kucuri Peruri dana Rp500 M
A
A
A
Sindonews.com - Perum Percetakan Uang RI (Peruri) mendapat kucuran dana sebesar Rp500 miliar dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai investasi mesin-mesin perusahaan.
Pendanaan tersebut secara spesifik dibagi dua, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan investasi mesin percetakan uang 2012 sebesar Rp209,3 miliar, serta refinancing mesin-mesin percetakan uang pada 2009 sampai 2011 sebesar Rp40,7 miliar dengan jangka waktu masing-masing 11 tahun dan delapan tahun.
"Kucuran kredit ini merupakan wujud komitmen dan dukungan Bank BRI kepada Perum Peruri sebagai BUMN yang salah satu tugasnya mencetak uang rupiah bagi negara," ungkap Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN Asmawi Syam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11/2012).
Pada saat yang sama, BBRI juga memberikan fasilitas noncash loan berupa fasilitas bank garansi sebesar Rp200 miliar, fasilitas penangguhan jaminan impor (LC) sebesar Rp40 miliar serta fasilitas forex line sebesar ekuivalen sebesar Rp10 miliar.
Dalam penandatanganan perjanjian ini, diharapkan ke depannya akan memperluas kepada spektrum kerjasama dalam hal produk dan layanan perbankan lainnya. Secara khusus kerjasama ini diharapkan dapat mempererat kerjasama yang telah terjalin sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kedua perusahaan.
Pendanaan tersebut secara spesifik dibagi dua, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan investasi mesin percetakan uang 2012 sebesar Rp209,3 miliar, serta refinancing mesin-mesin percetakan uang pada 2009 sampai 2011 sebesar Rp40,7 miliar dengan jangka waktu masing-masing 11 tahun dan delapan tahun.
"Kucuran kredit ini merupakan wujud komitmen dan dukungan Bank BRI kepada Perum Peruri sebagai BUMN yang salah satu tugasnya mencetak uang rupiah bagi negara," ungkap Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN Asmawi Syam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11/2012).
Pada saat yang sama, BBRI juga memberikan fasilitas noncash loan berupa fasilitas bank garansi sebesar Rp200 miliar, fasilitas penangguhan jaminan impor (LC) sebesar Rp40 miliar serta fasilitas forex line sebesar ekuivalen sebesar Rp10 miliar.
Dalam penandatanganan perjanjian ini, diharapkan ke depannya akan memperluas kepada spektrum kerjasama dalam hal produk dan layanan perbankan lainnya. Secara khusus kerjasama ini diharapkan dapat mempererat kerjasama yang telah terjalin sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kedua perusahaan.
(gpr)
Lihat Juga :