Pengembangan sentra buah Menoreh tak optimal
Kamis, 29 November 2012 - 18:01 WIB
Pengembangan sentra buah Menoreh tak optimal
A
A
A
Sindonews.com - Pengembangan sentra buah lokal di kawasan perbukitan Menoreh, terhambat. Minimnya kesadaran warga menanam bibit buah baru membuat pengembangan kawasan ini tak berjalan sesuai harapan.
"Kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman buah baru sangat sulit, seperti mengganti pohon durian yang sudah tua yang sudah tidak produktif. Padahal kami sediakan bibit unggul yang kualitas produksinya tidak kalah baik," kata Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri, Kamis (29/11/2012).
Bambang mengatakan, pengembangan kawasan Bukit Menoreh sebagai pusat buah dilakukan secara bertahap. Anggaran yang cukup besar, membuat instansinya harus menggandeng pihak lain. Misalnya bekerjasama dengan perusahaan swasta melaui dana CSR.
Menurut dia, dalam rancangan pelaksanaan teknis, kawasan Bukit Menoreh meliputi Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh, Girimulyo dan Kokap. Kalibawang akan dikembangkan sebagai sentra durian menoreh.
Nanggulan sebagai pusat pengembangan mangga dan rambutan. Sedangkan Kokap akan dikembangkansebagai sentra manggis dan durian. "Pada 2013, di Kalibawang akan dikembangkan kebun buah durian seluas 25 hektare menggunakan CSR dari Pertamina," terangnya.
Sementara, di Desa Hargorejo, Kokap, kata dia, akan dibantu dari Dirjen Pemberdayaan Daerah Kementerian Dalam Negeri. "Percepatan pengembangan kawasan sentra buah terus kami upayakan. Kami juga mengupayakan bantuan APBN," sambungnya.
Dia menjelaskan, Pemkab sendiri terus melakukan peremajaan dan perluasan lahan kebun buah. Hanya saja, dia memastikan upaya pemkab tidak akan berhasil tanpa dukungan kesadaran masyarakat. "Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," kata dia.
Dia menambahkan, dinas telah membangun berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan penanaman bibit buah yakni pembangunan infrastruktur jalan, menyediakan tanaman yang produktif dan jaringan irigasi serta embung.
"Kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman buah baru sangat sulit, seperti mengganti pohon durian yang sudah tua yang sudah tidak produktif. Padahal kami sediakan bibit unggul yang kualitas produksinya tidak kalah baik," kata Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri, Kamis (29/11/2012).
Bambang mengatakan, pengembangan kawasan Bukit Menoreh sebagai pusat buah dilakukan secara bertahap. Anggaran yang cukup besar, membuat instansinya harus menggandeng pihak lain. Misalnya bekerjasama dengan perusahaan swasta melaui dana CSR.
Menurut dia, dalam rancangan pelaksanaan teknis, kawasan Bukit Menoreh meliputi Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh, Girimulyo dan Kokap. Kalibawang akan dikembangkan sebagai sentra durian menoreh.
Nanggulan sebagai pusat pengembangan mangga dan rambutan. Sedangkan Kokap akan dikembangkansebagai sentra manggis dan durian. "Pada 2013, di Kalibawang akan dikembangkan kebun buah durian seluas 25 hektare menggunakan CSR dari Pertamina," terangnya.
Sementara, di Desa Hargorejo, Kokap, kata dia, akan dibantu dari Dirjen Pemberdayaan Daerah Kementerian Dalam Negeri. "Percepatan pengembangan kawasan sentra buah terus kami upayakan. Kami juga mengupayakan bantuan APBN," sambungnya.
Dia menjelaskan, Pemkab sendiri terus melakukan peremajaan dan perluasan lahan kebun buah. Hanya saja, dia memastikan upaya pemkab tidak akan berhasil tanpa dukungan kesadaran masyarakat. "Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat," kata dia.
Dia menambahkan, dinas telah membangun berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan penanaman bibit buah yakni pembangunan infrastruktur jalan, menyediakan tanaman yang produktif dan jaringan irigasi serta embung.
(gpr)
Lihat Juga :