Salurkan kredit ke petani tebu, PTPN X gandeng BNI
Jum'at, 30 November 2012 - 07:30 WIB
Salurkan kredit ke petani tebu, PTPN X gandeng BNI
A
A
A
Sindonews.com - PT Perkebunan Nusantara X (Persero) menjadi avalis kredit lunak bagi para petani tebu. Untuk mewujudkan hal itu, PTPN X menggelar kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).
Menurut Direktur Keuangan PTPN X, Dolly P. Pulungan, kerjasama dengan BNI ini merupakan bagian dari sinergisitas antar BUMN. Untuk PTPN X tercatat sebanyak 16 petani tebu bekerjasama dengan sejumlah BUMN. Bentuknya, permodalan kepada petani tebu maupun oprasional pabrik gula.
"Tentunya Kredit lunak ini sangat membantu petani dalam membudidayakan tebu. Dalam hal ini PTPN X menjadi Avalis bagi para petani," kata Dolly di sela penandatangan kerja sama antara PTPN X dengan BNI di Surabaya, Kamis (29/11/2012).
Ia menjelaskan, kerja sama dengan BNI yang terbaru adalah pembiayaan petani di lingkungan PG Gempolkerep, Mojokerto. Untuk program ini BNI mengucurkan dana sebesar Rp25 miliar. Dana sebesar itu, katanya, digunakan oleh petani binaan PTPN X untuk melakukan budidaya tebu.
Pembiayaan ini masuk dalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi
(KKPE) dengan bunga flat 6 persen per tahun. Lebih jauh ia menjelaskan, kebutuhan permodalan petani di lingkungan PG Gempol Kerep ini mencapai Rp70 Miliar untuk musim tanam tahun 2012 ini. Sementara, Rp25 miliar sudah ditopang dari BNI sedangkan sisanya akan ditopang oleh BUMN perbankan lainnya maupun BUMN non bank melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).
Ia juga mengatakan, kunci sukses sebuah pabrik gula adalah dengan memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani. Pasalnya, sekitar 95 persen pasokan tebu ke pabrik gula berasal dari petani. Sisanya baru didapat dari kebun-kebun milik PG sendiri.
"Transparansi PG dan komunikasi yang intensif menjadi kunci. Jika petani percaya ke PG, terutama dalam hal rendemen, mereka akan senang mengirim tebunya ke PG. Itu yang akan menjamin kontinuitas bisnis PG. Karena itulah, PTPN X terus mendorong penguatan kapasitas petani, baik melalyi fasilitasi permodalan dengan PTPN X menjadi avalis maupun dengan pelatihan-pelatihan dan pendampingan," pungkasnya.
Kepala Bidang PKBL PTPN X, Wasis Pramono, menambahkan, PTPN X selama ini telah dipercaya oleh sejumlah BUMN untuk mengelola dana PKBL. Tahun ini, produsen gula terbesar di Indonesia tersebut mengelola dana PKBL sekitar Rp450 miliar. Tahun depan ditargetkan naik menjadi Rp550 miliar.
"Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk bantuan permodalan petani, meningkatkan kualitas SDM petani, menguatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan mendorong kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar pabrik gula," katanya.
Menurut Direktur Keuangan PTPN X, Dolly P. Pulungan, kerjasama dengan BNI ini merupakan bagian dari sinergisitas antar BUMN. Untuk PTPN X tercatat sebanyak 16 petani tebu bekerjasama dengan sejumlah BUMN. Bentuknya, permodalan kepada petani tebu maupun oprasional pabrik gula.
"Tentunya Kredit lunak ini sangat membantu petani dalam membudidayakan tebu. Dalam hal ini PTPN X menjadi Avalis bagi para petani," kata Dolly di sela penandatangan kerja sama antara PTPN X dengan BNI di Surabaya, Kamis (29/11/2012).
Ia menjelaskan, kerja sama dengan BNI yang terbaru adalah pembiayaan petani di lingkungan PG Gempolkerep, Mojokerto. Untuk program ini BNI mengucurkan dana sebesar Rp25 miliar. Dana sebesar itu, katanya, digunakan oleh petani binaan PTPN X untuk melakukan budidaya tebu.
Pembiayaan ini masuk dalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi
(KKPE) dengan bunga flat 6 persen per tahun. Lebih jauh ia menjelaskan, kebutuhan permodalan petani di lingkungan PG Gempol Kerep ini mencapai Rp70 Miliar untuk musim tanam tahun 2012 ini. Sementara, Rp25 miliar sudah ditopang dari BNI sedangkan sisanya akan ditopang oleh BUMN perbankan lainnya maupun BUMN non bank melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).
Ia juga mengatakan, kunci sukses sebuah pabrik gula adalah dengan memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani. Pasalnya, sekitar 95 persen pasokan tebu ke pabrik gula berasal dari petani. Sisanya baru didapat dari kebun-kebun milik PG sendiri.
"Transparansi PG dan komunikasi yang intensif menjadi kunci. Jika petani percaya ke PG, terutama dalam hal rendemen, mereka akan senang mengirim tebunya ke PG. Itu yang akan menjamin kontinuitas bisnis PG. Karena itulah, PTPN X terus mendorong penguatan kapasitas petani, baik melalyi fasilitasi permodalan dengan PTPN X menjadi avalis maupun dengan pelatihan-pelatihan dan pendampingan," pungkasnya.
Kepala Bidang PKBL PTPN X, Wasis Pramono, menambahkan, PTPN X selama ini telah dipercaya oleh sejumlah BUMN untuk mengelola dana PKBL. Tahun ini, produsen gula terbesar di Indonesia tersebut mengelola dana PKBL sekitar Rp450 miliar. Tahun depan ditargetkan naik menjadi Rp550 miliar.
"Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk bantuan permodalan petani, meningkatkan kualitas SDM petani, menguatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan mendorong kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar pabrik gula," katanya.
(gpr)