Sahid Yogya ditargetkan rampung 2014
Jum'at, 30 November 2012 - 17:37 WIB
Sahid Yogya ditargetkan rampung 2014
A
A
A
Sindonews.com – Pembangunan Sahid Yogya Lifestyle City, kemarin siang resmi dimulai. Kawasan mixed use yang memadukan kondotel, apartemen dan lifestyle, ini akan menjadi salah satu pendukung ekonomi DIY.
PT Sahid Inti Dinamika menargetkan kawasan ini akan diluncurkan pada akhir 2014. Vice President Sahid Grup Haryadi B Sukamdani mengatakan, kawasan ini mulai dikenalkan kepada publik sejak awal Juli lalu. Nantinya akan ada 319 unit kondotel dan 196 unit apartemen.
Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp350-Rp450 juta. Setidaknya hingga saat ini sudah 70 persen apartemen dan kondotel terjual. Pada lahan seluas 2,1 hektare (ha), ini akan menawarkan fasilitas lengkap dari hotel, apartemen, kondotel hingga pusat perbelanjaan.
Managemen juga menyediakan tenant untuk memajang potensi lokal dari para pelaku UMKM. “Ini akan menjadi kawasan paling lengkap, hotel, pusat perbelanjaan dan lifestyle untuk mendukung pariwisata,” jelas Haryadi, disela groundbreaking SYLC di Yogyakarta, Jumat (30/11/2012).
Total investasi yang dianggarkan mencapai Rp575 milliar dengan tetap mempertahankan Hotel Sahid Raya. Pada pusat perbelanjaan yang dibangun, akan menampung 150 outlet lengkap dengan cinema. SYLC juga menawarkan bangunan dengan konsep green building.
Mereka menjadikan kawasan bangunan menghadap utara dan selatan untuk mengurangi sengatan sinar matahari. Ventilasi udara akan lebih dimaksimalkan dengan tetap menggunakan penerangan alami. Bahkan pada air bersih juga akan menggunakan konsep recycle, dengan mengolah air hujan dan limbah menjadi air baku.
“Ini sangat cocok untuk hunian maupun investasi,” jelasnya. Agen Pemasaran Kondotel Svarga Properti Fransiska Hendri mengaku, Yogyakarta masih menjadi primadona investasi. Banyak orang dari luar daerah yang ingin selalu kembali ke Yogyakarta. Entah mereka memang berasal dari Yogyakarta atau pernah kuliah di kota Gudeg.
Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu berharap pembangunan SYLC, ini juga turut mengembangkan perekonomian di DIY, terutama Kabupaten Sleman. Keberadaan kawasan ini diharapkan bisa mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. “Semoga ini akan menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
PT Sahid Inti Dinamika menargetkan kawasan ini akan diluncurkan pada akhir 2014. Vice President Sahid Grup Haryadi B Sukamdani mengatakan, kawasan ini mulai dikenalkan kepada publik sejak awal Juli lalu. Nantinya akan ada 319 unit kondotel dan 196 unit apartemen.
Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp350-Rp450 juta. Setidaknya hingga saat ini sudah 70 persen apartemen dan kondotel terjual. Pada lahan seluas 2,1 hektare (ha), ini akan menawarkan fasilitas lengkap dari hotel, apartemen, kondotel hingga pusat perbelanjaan.
Managemen juga menyediakan tenant untuk memajang potensi lokal dari para pelaku UMKM. “Ini akan menjadi kawasan paling lengkap, hotel, pusat perbelanjaan dan lifestyle untuk mendukung pariwisata,” jelas Haryadi, disela groundbreaking SYLC di Yogyakarta, Jumat (30/11/2012).
Total investasi yang dianggarkan mencapai Rp575 milliar dengan tetap mempertahankan Hotel Sahid Raya. Pada pusat perbelanjaan yang dibangun, akan menampung 150 outlet lengkap dengan cinema. SYLC juga menawarkan bangunan dengan konsep green building.
Mereka menjadikan kawasan bangunan menghadap utara dan selatan untuk mengurangi sengatan sinar matahari. Ventilasi udara akan lebih dimaksimalkan dengan tetap menggunakan penerangan alami. Bahkan pada air bersih juga akan menggunakan konsep recycle, dengan mengolah air hujan dan limbah menjadi air baku.
“Ini sangat cocok untuk hunian maupun investasi,” jelasnya. Agen Pemasaran Kondotel Svarga Properti Fransiska Hendri mengaku, Yogyakarta masih menjadi primadona investasi. Banyak orang dari luar daerah yang ingin selalu kembali ke Yogyakarta. Entah mereka memang berasal dari Yogyakarta atau pernah kuliah di kota Gudeg.
Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu berharap pembangunan SYLC, ini juga turut mengembangkan perekonomian di DIY, terutama Kabupaten Sleman. Keberadaan kawasan ini diharapkan bisa mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. “Semoga ini akan menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
(rna)
Lihat Juga :