DPR nilai pemerintah gagal atasi penyelundupan BBM
Senin, 03 Desember 2012 - 14:20 WIB
DPR nilai pemerintah gagal atasi penyelundupan BBM
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Rapat Kerja (Raker) antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah terkait penambahan kuota BBM subsidi, DPR meminta pemerintah tidak membuat berbagai macam alasan yang tidak masuk akal untuk menutupi kegagalannya menjaga pasokan BBM subsidi, misalnya dengan menyalahkan penambahan jumlah mobil.
"Kalau murni karena kendaraan bermotor, itu bisa dihitung, bisa dikendalikan," ungkap Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha dalam Raker di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Menurut Satya, kuota BBM subsidi tahun 2012 ini tidak mencukupi akibat kegagalan pemerintah dalam mengatasi berbagai penyalahgunaan BBM subsidi seperti penimbunan dan penyelundupan yang masih marak.
"Tingkat keberhasilan pemerintah dalam mengatasi penimbunan dan penyelundupan ini yang menjadi keprihatinan kita," kata dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik menyebut pertumbuhan jumlah mobil yang amat tinggi sebagai salah satu penyebab utama kekurangan pasokan BBM subsidi akhir tahun ini.
"Kalau saya baca laporan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) tadi yang tahun ini, rencananya nanti 2016 mobil akan 2 juta unit, sudah mulai cenat-cenut saya, kalau 2 juta itu laku semua bakal habis nantinya," tutur Jero Wacik pekan lalu.
"Kalau murni karena kendaraan bermotor, itu bisa dihitung, bisa dikendalikan," ungkap Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha dalam Raker di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Menurut Satya, kuota BBM subsidi tahun 2012 ini tidak mencukupi akibat kegagalan pemerintah dalam mengatasi berbagai penyalahgunaan BBM subsidi seperti penimbunan dan penyelundupan yang masih marak.
"Tingkat keberhasilan pemerintah dalam mengatasi penimbunan dan penyelundupan ini yang menjadi keprihatinan kita," kata dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik menyebut pertumbuhan jumlah mobil yang amat tinggi sebagai salah satu penyebab utama kekurangan pasokan BBM subsidi akhir tahun ini.
"Kalau saya baca laporan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) tadi yang tahun ini, rencananya nanti 2016 mobil akan 2 juta unit, sudah mulai cenat-cenut saya, kalau 2 juta itu laku semua bakal habis nantinya," tutur Jero Wacik pekan lalu.
(gpr)
Lihat Juga :