Impor pesawat lambungkan defisit NPI
Senin, 03 Desember 2012 - 14:26 WIB
Impor pesawat lambungkan defisit NPI
A
A
A
Sindonews.com - Impor pada bulan Oktober 2012 kembali mencatat kenaikan yang menyebabkan defisitnya Neraca Perdagangan Indonesia (NPI).
Impor diketahui sebesar USD17,21 miliar atau naik 12,16 persen dibanding bulan lalu. Secara komulatif impor tercatat USD159,18 miliar atau naik 9,35 persen (yoy).
Deputi Bidang Sosial Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo menyatakan hal ini disebabkan oleh impor pesawat terbang yang terhitung memiliki nilai cukup besar.
"Ini karena impor pesawat terbang yang tidak biasanya terjadi," ujar Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Berdasarkan data BPS, kapal terbang dan bagiannya mengalami kenaikan 152,63 persen (USD252,9 juta) menjadi USD418,6 juta dari bulan September yang sebesar USD165,7 juta. "Jumlah pesawatnya memang tidak banyak, tapi nilainya besar," jelasnya.
Kepala Bidang TU BPS Dewi Takarini mengatakan ada delapan pesawat yang masuk ke Indonesia dari berbagai maskapai. Di antaranya Wings Air, Sriwijaya, Garuda masing-masing satu pesawat dan Lion air dengan empat pesawat.
"September 2012 impor dua pesawat, satu baru dan satu bekas. Bulan Oktober mempengaruhi itu pesawat, dan spare part pesawat. Seperti turbinnya dan lain-lain komponennya," tambahnya.
Impor diketahui sebesar USD17,21 miliar atau naik 12,16 persen dibanding bulan lalu. Secara komulatif impor tercatat USD159,18 miliar atau naik 9,35 persen (yoy).
Deputi Bidang Sosial Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo menyatakan hal ini disebabkan oleh impor pesawat terbang yang terhitung memiliki nilai cukup besar.
"Ini karena impor pesawat terbang yang tidak biasanya terjadi," ujar Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Berdasarkan data BPS, kapal terbang dan bagiannya mengalami kenaikan 152,63 persen (USD252,9 juta) menjadi USD418,6 juta dari bulan September yang sebesar USD165,7 juta. "Jumlah pesawatnya memang tidak banyak, tapi nilainya besar," jelasnya.
Kepala Bidang TU BPS Dewi Takarini mengatakan ada delapan pesawat yang masuk ke Indonesia dari berbagai maskapai. Di antaranya Wings Air, Sriwijaya, Garuda masing-masing satu pesawat dan Lion air dengan empat pesawat.
"September 2012 impor dua pesawat, satu baru dan satu bekas. Bulan Oktober mempengaruhi itu pesawat, dan spare part pesawat. Seperti turbinnya dan lain-lain komponennya," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :