Giliran Hatta salahkan BPH Migas
Selasa, 04 Desember 2012 - 14:55 WIB
Giliran Hatta salahkan BPH Migas
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui program pengendalian dan pembatasan Bahan Bakar MinyaK (BBM) bersubsidi yang dilakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) belum efektif. Maka dari itu, overkuota kembali terjadi di tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Harus kita akui pengendalian kita belum efektif dan itu adalah yang dikendalikan oleh BPH migas," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Selain itu, pencegahan terjadinya penyelundupan juga tidak bisa dilakukan secara optimal. Apalagi dengan kecanggihan penyelundup yang dirangsang oleh keuntungan yang besar. Dia mengatakan, dari selisih sekitar Rp5.000, siapa saja dapat menjadi nekat.
"Karena memang penyelundupan ini canggih, dan melibatkan semua orang. Bayangkan dengan selisih hampir Rp5 ribu merangsang orang untuk menjadi nekat, kalau bisa berhasil 10 liter saja itu sudah Rp50 ribu," jelasnya.
Hatta menjelaskan, sejak awal pemerintah sebenarnya sudah memprediksi kebutuhan BBM bersubsidi akan tinggi. Untuk itu diupayakan untuk menekan dari sisi pengendalian.
"Seperti 2013 akan diajukan tinggi sesuai dengan prediksi. Tapi dalam pembahasan angkanya lebih turun dari angka yang diperkirakan. Kalau menurut saya sah-sah saja itu," pungkasnya.
"Harus kita akui pengendalian kita belum efektif dan itu adalah yang dikendalikan oleh BPH migas," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Selain itu, pencegahan terjadinya penyelundupan juga tidak bisa dilakukan secara optimal. Apalagi dengan kecanggihan penyelundup yang dirangsang oleh keuntungan yang besar. Dia mengatakan, dari selisih sekitar Rp5.000, siapa saja dapat menjadi nekat.
"Karena memang penyelundupan ini canggih, dan melibatkan semua orang. Bayangkan dengan selisih hampir Rp5 ribu merangsang orang untuk menjadi nekat, kalau bisa berhasil 10 liter saja itu sudah Rp50 ribu," jelasnya.
Hatta menjelaskan, sejak awal pemerintah sebenarnya sudah memprediksi kebutuhan BBM bersubsidi akan tinggi. Untuk itu diupayakan untuk menekan dari sisi pengendalian.
"Seperti 2013 akan diajukan tinggi sesuai dengan prediksi. Tapi dalam pembahasan angkanya lebih turun dari angka yang diperkirakan. Kalau menurut saya sah-sah saja itu," pungkasnya.
(gpr)