NPI, Pemerintah hanya harapkan penurunan impor

Selasa, 04 Desember 2012 - 16:03 WIB
NPI, Pemerintah hanya...
NPI, Pemerintah hanya harapkan penurunan impor
A A A
Sindonews.com - Pemerintah masih optimis defisit yang berlangsung pada neraca perdagangan Oktober serta komulatif (Januari-Oktober) dapat teratasi hingga dua bulan kedepan. Optimis ini bukan dilandasi peningkatan ekspor, namun penurunan impor yang dinilai cukup signifikan.

"Walaupun kita lebih dari USD1 miliar defisit kita, tapi saya meyakini akan bisa diatasi, terutama dari sisi menurunnya impor bahan baku, menunjukan bahwa terjadi industrialisasi manufaktur berbahan subtitusi impor, sepanjang itu terjadi positif," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jakarta, Selasa (4/12/2012).

Selain itu, impor pesawat terbang juga hanya terjadi di saat ini seiring dengan permintaan jasa transportasi yang terus meningkat. "Ini kan tentu bulan depan nggak terjadi seperti itu. Jadi kita melihat sisi positif di situ," jelasnya.

Sementara itu dari sisi ekspor, Hatta mengaku tidak terlalu berharap banyak. Bukan karena di beberapa komoditas utama tidak bisa dijual, melainkan ada penurunan harga yang sangat panjang. Disamping itu juga permintaan yang terus berkurang karena krisis ekonomi.

"Artinya, sebetulnya bukan terganggu kepada ekspor kita itu dari sisi tidak bisa dijual, bukan itu. Tapi memang dipengaruhi oleh harga," tukasnya.

Terkait neraca pembayaran, dirinya menyatakan ada penurunan. Akan tetapi Balance of Payment (BOP) masih akan tetap terjaga dari sisi portfolio dan foreign direct investment (FDI).

"Kalau melihat dari current account defisit kita, memang terjadi penurunan, dari tadinya 3,31 DGP menjadi dua koma sekian, saya meyakini ini menurun. Tapi saya menyakinkan BOP kita masih cukup bagus," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved