Imbas nelayan tidak melaut, pasokan ikan menyusut
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:35 WIB
Imbas nelayan tidak melaut, pasokan ikan menyusut
A
A
A
Sindonews.com - Pasokan ikan laut di sejumlah tempat pelelangan Ikan (TPI) di kabupaten Indramayu, bergantung oleh kondisi cuaca di laut. Cuaca ekstrem yang kerap terjadi di laut lepas, cukup mempengaruhi pasokan ikan ke sejumlah TPI.
Pasang surut pasokan ikan oleh nelayan ke tempat pelelangan ikan, juga dipengaruhi oleh hasil tangkapan ikan di laut. Jika cuaca cukup mendukung, maka pasokan ikan akan mengalami peningkatan.
Sementara itu, jika cuaca buruk dan nelayan tidak melaut selama beberapa minggu, bisa dipastikan transaksi jual beli ikan oleh bandar ikan di tempat pelelangan ikan akan menjadi lesu.
Geliat transaksi dan bongkar muat ikan di sejumlah TPI di Kabupaten Indramayu terlihat jika pasokan ikan dari nelayan cukup melimpah. Pasokan ikan dari nelayan ke tiap-tiap TPI setiap harinya rata-rata mencapai 1.000 ton per hari.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Abdur Rosyid Hakim menjelaskan, di Kabupaten Indramayu, geliat transaksi ikan di TPI yang cukup tinggi terdapat di TPI Karangsong Desa Karangsong Kecamatan Indramayu serta TPI Eretan di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur.
"Dua TPI tersebut cukup tinggi, transaksi dan pasokan ikannya setiap harinya," katanya di Indramayu, Selasa (4/12/2012).
Di Kabupaten Indramayu sendiri terdapat 14 TPI. Jika pasokan ikan melimpah dan tidak tertampung di TPI di kabupaten Indramayu, nelayan Indramayu menjualnya ke sejumlah TPI di Jakarta.
Sementara itu, terkait fluktuasi kenaikan dan penurunan harga di sejumlah TPI, Abdur Rosyid Hakim menjelaskan, kenaikan atau penurunan harga berbagai jenis ikan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI), merupakan salah satu konsekuensi dari hukum ekonomi yang terjadi setiap tahun yang disebabkan karena stok ikan cukup terbatas.
Terbatasnya jumlah ikan, dikarenakan faktor cuaca yang kurang mendukung sehingga menyebabkan sebagian besar para nelayan tidak dapat melaut. "Saat nelayan sudah kembali melaut, harga ikan diprediksi akan kembali turun," katanya.
Secara umum, masyarakat Indramayu masih dapat mengonsumsi ikan dengan baik dan masih terbilang cukup tinggi. Kondisi cuaca di laut yang berubah-ubah juga diakui sejumlah nelayan Indramayu.
Ransih, 43 salah seorang nelayan di desa Karang song Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu mengatakan, nelayan mulai kembali melaut setelah cuaca dilaut, lebih baik dari sebelumnya. "Nelayan mulai kembali melaut dan mencari ikan setelah cuaca dianggap lebih baik," kata dia.
Sebelumnya, Kajidin mengaku, ombak di laut pada awal Januari lalu , sempat mencapai 5 meter. Ia mengaku, cukup khawatir dengan gelombang tinggi yang kerap terjadi secara tiba-tiba. "Nelayan memilih untuk tidak melaut demi keselamatan kapal dan awaknya," ungkapnya.
Nelayan mengaku banyak diuntungkan jika cuaca sangat bersahabat sehingga berimbas pada hasil tangkapan ikan. "Kalau cuacanya bagus, nelayan dapat mencari ikan secara bebas dan mendapatkan hasil yang melimpah," ujarnya.
Pada periode bulan November-Desember tahun ini, pasokan ikan dari nelayan cukup terbatas. Imbasnya harga jual ikan juga naik karena pasokannya cukup minim.
Pasang surut pasokan ikan oleh nelayan ke tempat pelelangan ikan, juga dipengaruhi oleh hasil tangkapan ikan di laut. Jika cuaca cukup mendukung, maka pasokan ikan akan mengalami peningkatan.
Sementara itu, jika cuaca buruk dan nelayan tidak melaut selama beberapa minggu, bisa dipastikan transaksi jual beli ikan oleh bandar ikan di tempat pelelangan ikan akan menjadi lesu.
Geliat transaksi dan bongkar muat ikan di sejumlah TPI di Kabupaten Indramayu terlihat jika pasokan ikan dari nelayan cukup melimpah. Pasokan ikan dari nelayan ke tiap-tiap TPI setiap harinya rata-rata mencapai 1.000 ton per hari.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Abdur Rosyid Hakim menjelaskan, di Kabupaten Indramayu, geliat transaksi ikan di TPI yang cukup tinggi terdapat di TPI Karangsong Desa Karangsong Kecamatan Indramayu serta TPI Eretan di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur.
"Dua TPI tersebut cukup tinggi, transaksi dan pasokan ikannya setiap harinya," katanya di Indramayu, Selasa (4/12/2012).
Di Kabupaten Indramayu sendiri terdapat 14 TPI. Jika pasokan ikan melimpah dan tidak tertampung di TPI di kabupaten Indramayu, nelayan Indramayu menjualnya ke sejumlah TPI di Jakarta.
Sementara itu, terkait fluktuasi kenaikan dan penurunan harga di sejumlah TPI, Abdur Rosyid Hakim menjelaskan, kenaikan atau penurunan harga berbagai jenis ikan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI), merupakan salah satu konsekuensi dari hukum ekonomi yang terjadi setiap tahun yang disebabkan karena stok ikan cukup terbatas.
Terbatasnya jumlah ikan, dikarenakan faktor cuaca yang kurang mendukung sehingga menyebabkan sebagian besar para nelayan tidak dapat melaut. "Saat nelayan sudah kembali melaut, harga ikan diprediksi akan kembali turun," katanya.
Secara umum, masyarakat Indramayu masih dapat mengonsumsi ikan dengan baik dan masih terbilang cukup tinggi. Kondisi cuaca di laut yang berubah-ubah juga diakui sejumlah nelayan Indramayu.
Ransih, 43 salah seorang nelayan di desa Karang song Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu mengatakan, nelayan mulai kembali melaut setelah cuaca dilaut, lebih baik dari sebelumnya. "Nelayan mulai kembali melaut dan mencari ikan setelah cuaca dianggap lebih baik," kata dia.
Sebelumnya, Kajidin mengaku, ombak di laut pada awal Januari lalu , sempat mencapai 5 meter. Ia mengaku, cukup khawatir dengan gelombang tinggi yang kerap terjadi secara tiba-tiba. "Nelayan memilih untuk tidak melaut demi keselamatan kapal dan awaknya," ungkapnya.
Nelayan mengaku banyak diuntungkan jika cuaca sangat bersahabat sehingga berimbas pada hasil tangkapan ikan. "Kalau cuacanya bagus, nelayan dapat mencari ikan secara bebas dan mendapatkan hasil yang melimpah," ujarnya.
Pada periode bulan November-Desember tahun ini, pasokan ikan dari nelayan cukup terbatas. Imbasnya harga jual ikan juga naik karena pasokannya cukup minim.
(gpr)
Lihat Juga :