DHE bisa pengaruhi nilai rupiah
Rabu, 05 Desember 2012 - 11:31 WIB
DHE bisa pengaruhi nilai rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan pengamat memandang pelaporan Data Hasil Ekspor (DHE) memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Menurut Pengamat Ekonomi, Aviliani, lemahnya pelaporan DHE dapat menyebabkan fundamental transaksi likuiditasnya menjadi lemah. Sehingga mengakibatkan nilai tukar rupiah di tahun 2013 bisa kembali tertekan pada level di atas Rp10 ribu/USD seperti yang terjadi di tahun 1988 lalu.
"Kalau DHE baik ini bisa memungkinkan dalam 5 tahun kedepan rupiah masih di bawah Rp10 ribu, tapi ada saatnya krisis membaik, DHE tidak dilaporkan, rupiah kita bisa anjlok di atas Rp10 ribu," ujar Aviliani di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Dirinya mencontohkan, bila hal ini tidak diatur dengan baik maka nilai rupiah bisa melemah. "Misalnya kalau Pertamina minta tambahan anggaran untuk menambah kuota impor, rupiah langsung melemah. Nah itu kan makanya menjadi penting itu DHE dan laporan utang luar negeri agar kebijakan moneternya bisa diatur," sambung Aviliani.
Untuk itu, kata dia, perlu adanya kebijakan dari para regulator yang cukup efektif dan matang agar ancaman tersebut bisa dihalau. Kebijakan yang dimaksud, terutama yang mengatur pada perbaikan proses pelaporan DHE itu sendiri.
"Perlu sebenarnya pengambilan kebijakan lebih ke likuiditas dan bagian-bagian seperti bank menengah kecil untuk masalah likuiditas yang masih bermasalah," kata dia.
Menurut Pengamat Ekonomi, Aviliani, lemahnya pelaporan DHE dapat menyebabkan fundamental transaksi likuiditasnya menjadi lemah. Sehingga mengakibatkan nilai tukar rupiah di tahun 2013 bisa kembali tertekan pada level di atas Rp10 ribu/USD seperti yang terjadi di tahun 1988 lalu.
"Kalau DHE baik ini bisa memungkinkan dalam 5 tahun kedepan rupiah masih di bawah Rp10 ribu, tapi ada saatnya krisis membaik, DHE tidak dilaporkan, rupiah kita bisa anjlok di atas Rp10 ribu," ujar Aviliani di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Dirinya mencontohkan, bila hal ini tidak diatur dengan baik maka nilai rupiah bisa melemah. "Misalnya kalau Pertamina minta tambahan anggaran untuk menambah kuota impor, rupiah langsung melemah. Nah itu kan makanya menjadi penting itu DHE dan laporan utang luar negeri agar kebijakan moneternya bisa diatur," sambung Aviliani.
Untuk itu, kata dia, perlu adanya kebijakan dari para regulator yang cukup efektif dan matang agar ancaman tersebut bisa dihalau. Kebijakan yang dimaksud, terutama yang mengatur pada perbaikan proses pelaporan DHE itu sendiri.
"Perlu sebenarnya pengambilan kebijakan lebih ke likuiditas dan bagian-bagian seperti bank menengah kecil untuk masalah likuiditas yang masih bermasalah," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :