Ekspor tekstil merosot, Mendag dan Menperin galau
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:36 WIB
Ekspor tekstil merosot, Mendag dan Menperin galau
A
A
A
Sindonews.com - Krisis ekonomi yang melanda Uni Eropa dan Amerika Serikat membuat ekspor tekstil Indonesia jatuh hingga 40 persen. Pasalnya, kedua kawasan tersebut merupakan pasar utama tekstil Indonesia.
Merosotnya ekspor tekstil Indonesia ini membuat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) kebingungan.
"Kemenperin dan Kemendag memang sedang mengalami dilema. Eropa dan Amerika Serikat mengalami penurunan permintaan. Tekstil kita kesana turun 40 persen," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada wartawan dalam konferensi pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Demi menjaga angka ekspor Indonesia, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengadakan perjalanan ke Afrika dan Amerika Selatan untuk mengembangkan pasar baru bagi produk-produk Indonesia, termasuk tekstil. "Mendag sampai mengadakan perjalanan ke Afrika dan Amerika Selatan," ungkap Hidayat.
Namun, Hidayat menggarisbawahi bahwa upaya Mendag tersebut tidak akan langsung menuai hasil. Kemungkinan baru mulai 2013 mendatang ekspor Indonesia bisa dipulihkan dengan ekspor ke Afrika dan Amerika Selatan. "Tapi itu tidak bisa langsung terealisasi, mungkin baru tahun depan," kata dia.
Merosotnya ekspor tekstil Indonesia ini membuat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) kebingungan.
"Kemenperin dan Kemendag memang sedang mengalami dilema. Eropa dan Amerika Serikat mengalami penurunan permintaan. Tekstil kita kesana turun 40 persen," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada wartawan dalam konferensi pers Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Demi menjaga angka ekspor Indonesia, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengadakan perjalanan ke Afrika dan Amerika Selatan untuk mengembangkan pasar baru bagi produk-produk Indonesia, termasuk tekstil. "Mendag sampai mengadakan perjalanan ke Afrika dan Amerika Selatan," ungkap Hidayat.
Namun, Hidayat menggarisbawahi bahwa upaya Mendag tersebut tidak akan langsung menuai hasil. Kemungkinan baru mulai 2013 mendatang ekspor Indonesia bisa dipulihkan dengan ekspor ke Afrika dan Amerika Selatan. "Tapi itu tidak bisa langsung terealisasi, mungkin baru tahun depan," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :