Menkeu ogah bahas komposisi pembiayaan MRT lagi

Rabu, 05 Desember 2012 - 17:57 WIB
Menkeu ogah bahas komposisi...
Menkeu ogah bahas komposisi pembiayaan MRT lagi
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai soal komposisi pembiayaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) butuh pembahasan yang lengkap. Pasalnya, angka 42 persen untuk pemerintah pusat dan 58 persen pemerintah daerah sudah disepakati oleh semua pihak terkait di tahun 2005 silam.

"MRT itu adalah berdasarkan satu kesepakatan semua pihak di Oktober 2005, jadi semua itu sudah distruktur termasuk sumber dana. Sehingga kalau mau diubah itu harus ada pembahasan yang lengkap bukan hanya karena permintaan, terus langsung direspon," ujar Agus dikantornya, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Jadi, Agus menegaskan jika ada perubahan, bukan karena permintaan dan langsung diberikan persetujuan ataupun penolakan. Dia mengaku, yang justru menjadi perhatian adalah total proyek secara keseluruhan.

"Yang menjadi perhatian yang tinggi adalah dari project cost-nya total project cost-nya itu apakah sudah tepat atau belum," jelasnya.

Agus bahkan merasa tidak perlu lagi untuk membicarakan soal komposisi ini. "Karena kita tidak terlalu perlu membicarakan porsi Pemda, porsi Pempus karena itu sudah disepakati tahun 2005. Namun kalau project cost-nya itu mencerminkan project riilnya itu akan bisa mempengaruhi harga jual daripada tiket," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan...
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan Tuntas di 2028, Intip Progresnya
13 Tahun Tiang Pancang...
13 Tahun Tiang Pancang Jakarta Monorel Mangkrak
Terbang ke Jepang, Menhub...
Terbang ke Jepang, Menhub Nego Harga Proyek MRT
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Proyek MRT di Rawamangun...
Proyek MRT di Rawamangun Kebakaran
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved