Industri automotif butuh pasokan baja lokal
Kamis, 06 Desember 2012 - 10:03 WIB
Industri automotif butuh pasokan baja lokal
A
A
A
Sindonews.com - Produsen automotif berharap kebutuhan besi dan baja kendaraan dapat dipenuhi dari industri dalam negeri sehingga dapat menggantikan sejumlah produk baja yang selama ini masih diimpor.
”Selama ini industri baja nasional hanya mampu memenuhi 20% kebutuhan besi dan baja produsen automotif di Indonesia,” kata Ketua II Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jhonny Darmawan di Jakarta kemarin.
Jhonny berharap industri besi dan baja Krakatau Steel dapat meningkatkan produksi baja yang spesifikasinya sesuai kebutuhan industri automotif nasional.
Hal itu karena hingga saat ini sebagian kebutuhan untuk cold steel dan hot steel untuk industri automotif masih harus didatangkan dari luar negeri (impor).
Menurut dia, industri automotif di Indonesia masih prospektif pada 2013 yang berarti kebutuhan besi dan baja juga masih sangat besar.
Gaikindo mencatat total penjualan mobil selama 10 bulan pertama tahun ini sebanyak 922.175 unit, naik 23,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 746.184 unit.
Sebagian besar penjualan tersebut didominasi mobil-mobil bermerek Jepang. Gaikindo juga menyebutkan, total ekspor mobil selama 10 bulan pertama tahun ini naik 43,3 persen dari 162.214 unit pada periode yang sama tahun lalu menjadi 232.385 unit.
Adapun ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) melonjak 57,4 persen dan 93.075 pada Januari–Oktober 2011 menjadi 146.495 unit pada periode yang sama tahun ini.
”Memang saat ini kami tidak bisa meningkatkan ekspor karena permintaan pasar dalam negeri masih tinggi dan kapasitas produksi juga terbatas,” kata Jhonny.
Sementara itu, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan, sepanjang November 2012 angka penjualan perseroan sebesar 7.652 unit.
Jumlah ini menambah penjualan total Honda pada sepanjang 2012 menjadi 63.202 unit di seluruh Indonesia. ”Pada November 2012 giliran New Honda Jazz menjadi model Honda dengan penjualan tertinggi,” ungkap Jonfis.
”Selama ini industri baja nasional hanya mampu memenuhi 20% kebutuhan besi dan baja produsen automotif di Indonesia,” kata Ketua II Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jhonny Darmawan di Jakarta kemarin.
Jhonny berharap industri besi dan baja Krakatau Steel dapat meningkatkan produksi baja yang spesifikasinya sesuai kebutuhan industri automotif nasional.
Hal itu karena hingga saat ini sebagian kebutuhan untuk cold steel dan hot steel untuk industri automotif masih harus didatangkan dari luar negeri (impor).
Menurut dia, industri automotif di Indonesia masih prospektif pada 2013 yang berarti kebutuhan besi dan baja juga masih sangat besar.
Gaikindo mencatat total penjualan mobil selama 10 bulan pertama tahun ini sebanyak 922.175 unit, naik 23,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 746.184 unit.
Sebagian besar penjualan tersebut didominasi mobil-mobil bermerek Jepang. Gaikindo juga menyebutkan, total ekspor mobil selama 10 bulan pertama tahun ini naik 43,3 persen dari 162.214 unit pada periode yang sama tahun lalu menjadi 232.385 unit.
Adapun ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) melonjak 57,4 persen dan 93.075 pada Januari–Oktober 2011 menjadi 146.495 unit pada periode yang sama tahun ini.
”Memang saat ini kami tidak bisa meningkatkan ekspor karena permintaan pasar dalam negeri masih tinggi dan kapasitas produksi juga terbatas,” kata Jhonny.
Sementara itu, Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan, sepanjang November 2012 angka penjualan perseroan sebesar 7.652 unit.
Jumlah ini menambah penjualan total Honda pada sepanjang 2012 menjadi 63.202 unit di seluruh Indonesia. ”Pada November 2012 giliran New Honda Jazz menjadi model Honda dengan penjualan tertinggi,” ungkap Jonfis.
(gpr)