Perbankan syariah Jabar tumbuh pesat
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:42 WIB
Perbankan syariah Jabar tumbuh pesat
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah VI Jabar dan Banten Lucky Fathul Aziz Hadibrata menjelaskan, BI mencatat pertumbuhan perbankan syariah cukup signifikan. Selama periode November 2012, belanja modal perbankan syariah tumbuh 37,8 persen dengan nilai aset menjadi Rp20,53 triliun.
Angka tersebut menempatkan rasio aset perbankan syariah terhadap bank umum konvensional sebesar 6,47 persen. Kinerja serapan dana pihak ketiga (DPK) juga cukup membanggakan.
Menurut Lucky, pertumbuhan DPK perbankan syariah mencapai 38,19 persen. Pertumbuhan DPK sampai dengan triwulan III/2012 sebesar Rp15,16 triliun lebih tinggi dari triwulan III/2011 Rp10.97 triliun. Apabila dibandingkan dengan rasio DPK perbankan konvesnsional, DPK perbankan syariah mencapai 6,61 persen.
Lebih lanjut Lucky menjelaskan, pada dasarnya, perbankan syariah berpeluang mengalami pertumbuhan keuangan lebih besar dari posisi saat ini, apabila berkaca pada kondisi market di Jabar.
“Sebenarnya, kalau melihat potensi di Jawa Barat, perbankan syariah bisa mengalami pertumbuhan lebih besar dari posisi saat ini,” elas Lucky seusai pembukaan Sharia Exspo di Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (6/12/2012).
Menurut dia, kondisi sosial masyarakat Jawa Barat yang notabene muslim, merupakan potensi besar bagi perbankan syariah. Terutama, masyarakat dengan batas usia di atas 40 tahun. Sebagian besar akan memilih perbankan syariah sebagai bank tabungan dan pembiayaan. Namun demikian, perbankan syariah harus melakukan ekspansi lebih giat agar bisa membidik segmen tersebut.
Angka tersebut menempatkan rasio aset perbankan syariah terhadap bank umum konvensional sebesar 6,47 persen. Kinerja serapan dana pihak ketiga (DPK) juga cukup membanggakan.
Menurut Lucky, pertumbuhan DPK perbankan syariah mencapai 38,19 persen. Pertumbuhan DPK sampai dengan triwulan III/2012 sebesar Rp15,16 triliun lebih tinggi dari triwulan III/2011 Rp10.97 triliun. Apabila dibandingkan dengan rasio DPK perbankan konvesnsional, DPK perbankan syariah mencapai 6,61 persen.
Lebih lanjut Lucky menjelaskan, pada dasarnya, perbankan syariah berpeluang mengalami pertumbuhan keuangan lebih besar dari posisi saat ini, apabila berkaca pada kondisi market di Jabar.
“Sebenarnya, kalau melihat potensi di Jawa Barat, perbankan syariah bisa mengalami pertumbuhan lebih besar dari posisi saat ini,” elas Lucky seusai pembukaan Sharia Exspo di Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (6/12/2012).
Menurut dia, kondisi sosial masyarakat Jawa Barat yang notabene muslim, merupakan potensi besar bagi perbankan syariah. Terutama, masyarakat dengan batas usia di atas 40 tahun. Sebagian besar akan memilih perbankan syariah sebagai bank tabungan dan pembiayaan. Namun demikian, perbankan syariah harus melakukan ekspansi lebih giat agar bisa membidik segmen tersebut.
(gpr)
Lihat Juga :