Bank Mandiri diminta dukung usaha rakyat
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:47 WIB
Bank Mandiri diminta dukung usaha rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Bank Mandiri diminta untuk memberikan kredit tidak hanya pada pengusaha perorangan maupun usaha makro, tapi juga usaha mikro rakyat.
Hal ini diungkap sejumlah pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mamuju dan BPD HIPMI Sulbar dalam Dialog Kewirausahaan HIPMI dan Bank Mandiri di rumah makan Cita Rasa Mamuju, Kamis (6/12/2012).
Pemberian pinjaman lunak itu juga selayaknya didampingi, tidak sebatas kredit dengan semua formalitasnya. Sebab pola pikir pengusaha kecil di Sulbar sudah mulai berkembang. Bahkan menjadikan kredit bank sebagai motivator berusaha.
"Bank Mandiri harus mampu membuat sebuah pola kredit yang lebih inovatif. Seperti memberikan kredit kepada pengusaha kecil dengan melakukan pendampingan," tutur Sekretaris BPD HIPMI Sulbar, Supriyadi Yusuf.
Selama ini, lanjutnya, kredit yang diberikan perbankan hanya pada perorangan saja. Bank Mandiri harus berani memberikan kredit pada kelompok tani. Polanya adalah membuka rekening di Bank Mandiri atas nama kelompok.
Dari sini, Bank mulai melakukan pembinaan sejak awal. Kredit yang dicairkan langsung dimasukan ke rekening kelompok. Demikian juga dengan hasil usaha kelompok. Semua transaksi dilakukan melalui rekening.
"Dengan demikian, Bank Mandiri tidak perlu lagi kuatir terjadi kredit macet. Sebab bisa mengontrol dan memotong langsung cicilan kredit kelompok tani tersebut. Disisi lain, kelompok tani juga tidak akan kesulitan dalam berusaha. Terlebih soal pendanaan," ulasnya.
Sebelum ini dilakukan, tentu harus dilakukan berbagai kajian dan survey terhadap obyek usaha. Menurut Supriyadi, pola ini sangat efisien dan akan menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru. Ini sesuai dengan salah satu misi BPD HIPMI Sulbar.
Mandiri Micro Manager Mamuju Ayu Adheningria, mengatakan, pola itu masih butuh waktu. Sebab belum ada kebijakan memberikan kredit kepada kelompok tani.
"Kredit kami untuk perorangan. Untuk usaha kecil, kami juga punya KUR, namun dengan pola baru itu belum ada. Hanya, kami memiliki kebijakan untuk memberikan kredit pada usaha kecil tanpa agunan. Asal ada jaminan dari Ketua BPD HIPMI Sulbar. Jadi, kalau terjadi kredit macet, Ketua bisa membantu kami untuk penagihan," katanya.
Disebutkan, kredit macet di Bank Mandiri sudah cukup besar. Dialog yang digelar bersama HIPMI, dimaksudkan untuk mensosialisasikan peluang kredit baru. Khususnya untuk pengusaha konstruksi.
Hal ini diungkap sejumlah pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mamuju dan BPD HIPMI Sulbar dalam Dialog Kewirausahaan HIPMI dan Bank Mandiri di rumah makan Cita Rasa Mamuju, Kamis (6/12/2012).
Pemberian pinjaman lunak itu juga selayaknya didampingi, tidak sebatas kredit dengan semua formalitasnya. Sebab pola pikir pengusaha kecil di Sulbar sudah mulai berkembang. Bahkan menjadikan kredit bank sebagai motivator berusaha.
"Bank Mandiri harus mampu membuat sebuah pola kredit yang lebih inovatif. Seperti memberikan kredit kepada pengusaha kecil dengan melakukan pendampingan," tutur Sekretaris BPD HIPMI Sulbar, Supriyadi Yusuf.
Selama ini, lanjutnya, kredit yang diberikan perbankan hanya pada perorangan saja. Bank Mandiri harus berani memberikan kredit pada kelompok tani. Polanya adalah membuka rekening di Bank Mandiri atas nama kelompok.
Dari sini, Bank mulai melakukan pembinaan sejak awal. Kredit yang dicairkan langsung dimasukan ke rekening kelompok. Demikian juga dengan hasil usaha kelompok. Semua transaksi dilakukan melalui rekening.
"Dengan demikian, Bank Mandiri tidak perlu lagi kuatir terjadi kredit macet. Sebab bisa mengontrol dan memotong langsung cicilan kredit kelompok tani tersebut. Disisi lain, kelompok tani juga tidak akan kesulitan dalam berusaha. Terlebih soal pendanaan," ulasnya.
Sebelum ini dilakukan, tentu harus dilakukan berbagai kajian dan survey terhadap obyek usaha. Menurut Supriyadi, pola ini sangat efisien dan akan menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru. Ini sesuai dengan salah satu misi BPD HIPMI Sulbar.
Mandiri Micro Manager Mamuju Ayu Adheningria, mengatakan, pola itu masih butuh waktu. Sebab belum ada kebijakan memberikan kredit kepada kelompok tani.
"Kredit kami untuk perorangan. Untuk usaha kecil, kami juga punya KUR, namun dengan pola baru itu belum ada. Hanya, kami memiliki kebijakan untuk memberikan kredit pada usaha kecil tanpa agunan. Asal ada jaminan dari Ketua BPD HIPMI Sulbar. Jadi, kalau terjadi kredit macet, Ketua bisa membantu kami untuk penagihan," katanya.
Disebutkan, kredit macet di Bank Mandiri sudah cukup besar. Dialog yang digelar bersama HIPMI, dimaksudkan untuk mensosialisasikan peluang kredit baru. Khususnya untuk pengusaha konstruksi.
(gpr)
Lihat Juga :