Harga BBM naik, inflasi bisa tembus 7,5%
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:12 WIB
Harga BBM naik, inflasi bisa tembus 7,5%
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia memiliki kesempatan untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tahun 2013 sesuai dengan APBN 2013. Jika hal tersebut berani dilakukan, maka dimungkinkan terjadi kenaikan inflasi yang cukup besar.
Chief Economist for India & ASEAN HSBC Leif Eskesen menuturkan prediksinya inflasi dapat mencapai 7,5 persen, artinya jauh di atas target pemerintah 4,5 ±1 persen. Sementara itu pertumbuhan ekonomi tetap akan berjalan di sekitar 6 persen dengan suku bunga BI Rate di level 6,25 persen.
"Di kuartal II-2013 kita melihat akan ada kenaikan, yakni di level 6,25 persen. Bahkan, proyeksi di kuartal III-2013 proyeksi kita akan di level 6,50 persen," kata Leif di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Head of Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan menambahkan, kenaikan harga ini dipicu oleh kemungkinan melonjaknya harga minyak dunia. Sehingga, mau tidak mau pemerintah harus memotong subsidi energi khususnya BBM. "Kalau minyak melonjak, maka ada kemungkinan ekspektasi inflasi naik," tegasnya.
Lanjutnya, tanpa ada kenaikan BBM bersubsidi inflasi akan bertengger di kisaran 5 persen. "Kalau inflasi kan kita perkirakan tahun depan 5 persen, dengan tidak ada kenaikan BBM. Kalau dengan kenaikan BBM, bisa 7,5 persen. Dan itu akan ada dampak terhadap suku bunga," pungkasnya.
Chief Economist for India & ASEAN HSBC Leif Eskesen menuturkan prediksinya inflasi dapat mencapai 7,5 persen, artinya jauh di atas target pemerintah 4,5 ±1 persen. Sementara itu pertumbuhan ekonomi tetap akan berjalan di sekitar 6 persen dengan suku bunga BI Rate di level 6,25 persen.
"Di kuartal II-2013 kita melihat akan ada kenaikan, yakni di level 6,25 persen. Bahkan, proyeksi di kuartal III-2013 proyeksi kita akan di level 6,50 persen," kata Leif di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Head of Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan menambahkan, kenaikan harga ini dipicu oleh kemungkinan melonjaknya harga minyak dunia. Sehingga, mau tidak mau pemerintah harus memotong subsidi energi khususnya BBM. "Kalau minyak melonjak, maka ada kemungkinan ekspektasi inflasi naik," tegasnya.
Lanjutnya, tanpa ada kenaikan BBM bersubsidi inflasi akan bertengger di kisaran 5 persen. "Kalau inflasi kan kita perkirakan tahun depan 5 persen, dengan tidak ada kenaikan BBM. Kalau dengan kenaikan BBM, bisa 7,5 persen. Dan itu akan ada dampak terhadap suku bunga," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :