Pemerintah harus tegas kendalikan BBM subsidi
Senin, 10 Desember 2012 - 14:37 WIB
Pemerintah harus tegas kendalikan BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani menilai pemerintah harus segera memastikan langkah pengendalian penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tahun 2013. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan program pelarangan mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi.
"Seharusnya iya, dan mau tidak mau harus dilakukan," ungkap Aviliani kepada Sindonews di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Pasalnya, kemungkinan terjadinya overkuota di tahun mendatang sangat besar. Menurutnya, ini akan menggangu kesehatan fiskal yang saat ini sedang dijaga oleh pemerintah. Beberapa program seperti infrastruktur yang mestinya dapat digenjot harus terhambat karena subsidi energi.
"Karena kalau nggak dilaksanakan akan jebol lagi, itu kan terlalu berpengaruh ke beban fiskal yang akan mandet," jelasnya.
Aviliani juga memberikan pilihan lain, yaitu dengan peningkatan pendapatan pajak. Namun, akan lebih baik lagi tambahan peningkatan pajak juga diarahkan ke hal yang lebih efektif.
"Kalau mereka semua bayar pajak, memang kita akan mengarah ke 17 persen," pungkasnya.
"Seharusnya iya, dan mau tidak mau harus dilakukan," ungkap Aviliani kepada Sindonews di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Pasalnya, kemungkinan terjadinya overkuota di tahun mendatang sangat besar. Menurutnya, ini akan menggangu kesehatan fiskal yang saat ini sedang dijaga oleh pemerintah. Beberapa program seperti infrastruktur yang mestinya dapat digenjot harus terhambat karena subsidi energi.
"Karena kalau nggak dilaksanakan akan jebol lagi, itu kan terlalu berpengaruh ke beban fiskal yang akan mandet," jelasnya.
Aviliani juga memberikan pilihan lain, yaitu dengan peningkatan pendapatan pajak. Namun, akan lebih baik lagi tambahan peningkatan pajak juga diarahkan ke hal yang lebih efektif.
"Kalau mereka semua bayar pajak, memang kita akan mengarah ke 17 persen," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :