Kinerja reksa dana saham November minus 0,62%
Selasa, 11 Desember 2012 - 09:59 WIB
Kinerja reksa dana saham November minus 0,62%
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) pada November tahun ini tercatat minus seiring minusnya kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) pada bulan tersebut.
Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan kinerja IHSG minus 1,7 persen, kinerja reksa dana saham tercatat minus 0,62 persen. Menurut analis riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya, minusnya kinerja reksa dana saham pada bulan lalu dipengaruh dua faktor.
Faktor pertama, posisi IHSG yang cukup tinggi pada akhir bulan Oktober dan pada awal minggu terakhir November.
"Sebenarnya bulan November, saya lihat indeks bergerak relatif mendatar cenderung naik, dan bahkan sempat menyentuh level 4.375 pada 26 November lalu," kata dia kepada Sindonews, Selasa (11/12/2012).
Namun seperti biasa, dia menjelaskan, setelah indeks menyentuh level tinggi, akan ada aksi ambil untung (profit taking) dari para investor. Ini mengakibatkan indeks pada bulan November menurun hingga level 4.276 di akhir bulan November. Artinya, indeks jatuh kurang lebih 100 poin hanya dalam satu pekan.
Sementara faktor kedua berasal dari sentimen negatif yang membayangi pasar, seperti potensi jurang fiskal (fiskal cliff) di Amerika Serikat (AS), yang dikhawatirkan memberi imbas negatif jika tidak terjadi kesepakatan antara pemerintah dan parlemen.
Sentimen negatif tersebut, kata Edbert, menyebabkan investor lebih cepat merespon dengan melakukan aksi profit taking setelah indeks mencapai level tertinggi pada 26 November 2012.
Dibanding November tahun lalu, kinerja IHSG maupun reksa dana bulan ke-11 tahun ini masih lebih unggul. Tercatat, kinerja IHSG pada November tahun lalu minus 2 persen, dengan kinerja reksa dana saham minus 3,27 persen.
Sementara untuk kinerja reksa dana campuran pada November 2011 tercatat minus 1,99 persen, sedangkan periode yang sama tahun ini minus 0,45 persen. Adapun, kinerja reksa dana pendapatan tetap November tahun lalu minus 0,33 persen dan tahun ini positif 1,39 persen.
"Kinerja tahun ini relatif lebih baik daripada kinerja tahun lalu, di mana semua jenis instrumen secara rata-rata mencatatkan return negatif (pada tahun lalu)," ujar dia.
Edbert menjelaskan, kinerja IHSG dan reksa dana pada tahun lalu dipengaruhi sentimen negatif, yang datang dari Eropa dan AS, dimana kondisi masih betul-betul kabur.
Untuk tahun ini, dia menuturkan, meski Eropa dan AS belum dapat dikatakan pulih, namun kondisi sudah lebih baik daripada tahun lalu. Data-data perekonomian AS, seperti tenaga kerja dan penjualan rumah, secara pelan tapi pasti menunjukkan perbaikan. Sedangkan dari Eropa, dicairkannya dana talangan menjadi salah satu faktor yang membuat investor lebih yakin untuk masuk ke pasar.
Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan kinerja IHSG minus 1,7 persen, kinerja reksa dana saham tercatat minus 0,62 persen. Menurut analis riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya, minusnya kinerja reksa dana saham pada bulan lalu dipengaruh dua faktor.
Faktor pertama, posisi IHSG yang cukup tinggi pada akhir bulan Oktober dan pada awal minggu terakhir November.
"Sebenarnya bulan November, saya lihat indeks bergerak relatif mendatar cenderung naik, dan bahkan sempat menyentuh level 4.375 pada 26 November lalu," kata dia kepada Sindonews, Selasa (11/12/2012).
Namun seperti biasa, dia menjelaskan, setelah indeks menyentuh level tinggi, akan ada aksi ambil untung (profit taking) dari para investor. Ini mengakibatkan indeks pada bulan November menurun hingga level 4.276 di akhir bulan November. Artinya, indeks jatuh kurang lebih 100 poin hanya dalam satu pekan.
Sementara faktor kedua berasal dari sentimen negatif yang membayangi pasar, seperti potensi jurang fiskal (fiskal cliff) di Amerika Serikat (AS), yang dikhawatirkan memberi imbas negatif jika tidak terjadi kesepakatan antara pemerintah dan parlemen.
Sentimen negatif tersebut, kata Edbert, menyebabkan investor lebih cepat merespon dengan melakukan aksi profit taking setelah indeks mencapai level tertinggi pada 26 November 2012.
Dibanding November tahun lalu, kinerja IHSG maupun reksa dana bulan ke-11 tahun ini masih lebih unggul. Tercatat, kinerja IHSG pada November tahun lalu minus 2 persen, dengan kinerja reksa dana saham minus 3,27 persen.
Sementara untuk kinerja reksa dana campuran pada November 2011 tercatat minus 1,99 persen, sedangkan periode yang sama tahun ini minus 0,45 persen. Adapun, kinerja reksa dana pendapatan tetap November tahun lalu minus 0,33 persen dan tahun ini positif 1,39 persen.
"Kinerja tahun ini relatif lebih baik daripada kinerja tahun lalu, di mana semua jenis instrumen secara rata-rata mencatatkan return negatif (pada tahun lalu)," ujar dia.
Edbert menjelaskan, kinerja IHSG dan reksa dana pada tahun lalu dipengaruhi sentimen negatif, yang datang dari Eropa dan AS, dimana kondisi masih betul-betul kabur.
Untuk tahun ini, dia menuturkan, meski Eropa dan AS belum dapat dikatakan pulih, namun kondisi sudah lebih baik daripada tahun lalu. Data-data perekonomian AS, seperti tenaga kerja dan penjualan rumah, secara pelan tapi pasti menunjukkan perbaikan. Sedangkan dari Eropa, dicairkannya dana talangan menjadi salah satu faktor yang membuat investor lebih yakin untuk masuk ke pasar.
(rna)
Lihat Juga :