Menkeu anggap infrastruktur IT Pertamina terlalu mahal

Selasa, 11 Desember 2012 - 16:20 WIB
Menkeu anggap infrastruktur...
Menkeu anggap infrastruktur IT Pertamina terlalu mahal
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) berencana mengembangkan infrastruktur untuk memonitor penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Untuk mengembangkan infrastruktur tersebut, pertamina menggelontorkan dana hingga Rp800 miliar per tahun.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan ketidaksetujuannya. Menurutnya, pengawasan yang menghabiskan Rp800 milar per tahun atau Rp4 triliun dalam lima tahun ke depan tidak masuk akal. "Itu harus diperiksa kembali. Itu nolnya banyak," kata dia di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).

"Kalau melihat Unilever atau perusahaan-perusahaan swasta lainnya, itu bisa mengendalikan bisa jauh ke retail dan untuk membangun IT-nya sangat jauh lebih rendah dari harga itu," tambah dia.

Oleh karena itu, dia meminta Pertamina mempelajari kembali pembangunan infrastruktur IT ini. "Kalau bekerjasama dengan pihak ketiga, harus diyakini pada saat men-desaign, harus di-desaign dengan baik. Kalau kontrak juga harus kontrak yang baik," tukas dia.

Sebelumnya, Direktur Marketing and Traiding PT Pertamina, Hanung Budiah, mengatakan Pertamina akan antisipasi Penggunaan BBM bersubsidi dengan memasang infrastruktur yang bernama IT Monitoring dan Pengendalian (SMP). Proses tender ini, akan berjalan pada awal tahun.

Hanung mengatakan, sistem IT ini tengah di uji coba di Kalimantan Tengah. Sistem ini dapat mencatat semua transaksi BBM bersubsidi di SPBU secara akurat baik volume, waktu, lokasi, dan pembelian.

Menurut dia, untuk menggunakan teknologi ini Pertamina telah menggelontorkan dana sekira Rp800 miliar. "Kalau ini dipasang setidaknya kita berharap uji coba dampak positif. Jadi yang kita gunakan monitornya, ke depan kalau ada payung hukum kita bisa kendalikan," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Rusia: UNICEF Anggap...
Rusia: UNICEF Anggap Anak Gaza Kurang Penting Dibanding Anak Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved