Soal pasokan gas, industri merasa 'dianak tirikan'
Rabu, 12 Desember 2012 - 11:28 WIB
Soal pasokan gas, industri merasa 'dianak tirikan'
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, industri masih 'dianak-tirikan' dalam pembagian pasokan gas. Dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), industri berada di posisi 4 di bawah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Industri masih dianak tirikan setelah PLN, industri tetap menjadi nomor 4," kata Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Achmad Wijaya dalam diskusi "OPEN ACCESS Jembatan Antara Produsen Dengan Konsumen" di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Achmad menambahkan, saat ini Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah memasok seluruh gas untuk industri besar, semua industri besar memiliki akses pipa. Namun, banyak industri kecil belum mendapatkan pasokan gas, seperti tekstil dan sepatu.
Kedua industri ini sebenarnya komposisinya tidak begitu banyak tetapi jumlah pemakainya banyak. "Di Jalan Raya Tanggerang, Jalan Raya Bogor, itu sudah ada akses pipa yang langsung masik ke Industri besar," jelas dia.
Selain itu, lanjutnya, sampai hari ini kebutuhan energi industri non-strategis belum banyak diakomodir oleh BUMN yang memiliki akses jaringan gas.
Meski tidak mendapat pasokan melalui pipa, sebaiknya ada cara lain untuk memasok gas kepada industri non strategis, misalnya dengan CNG. "Seharusnya industri mendapat CNG seperti tabung biru yang ada di rumah," tutupnya.
"Industri masih dianak tirikan setelah PLN, industri tetap menjadi nomor 4," kata Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Achmad Wijaya dalam diskusi "OPEN ACCESS Jembatan Antara Produsen Dengan Konsumen" di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Achmad menambahkan, saat ini Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah memasok seluruh gas untuk industri besar, semua industri besar memiliki akses pipa. Namun, banyak industri kecil belum mendapatkan pasokan gas, seperti tekstil dan sepatu.
Kedua industri ini sebenarnya komposisinya tidak begitu banyak tetapi jumlah pemakainya banyak. "Di Jalan Raya Tanggerang, Jalan Raya Bogor, itu sudah ada akses pipa yang langsung masik ke Industri besar," jelas dia.
Selain itu, lanjutnya, sampai hari ini kebutuhan energi industri non-strategis belum banyak diakomodir oleh BUMN yang memiliki akses jaringan gas.
Meski tidak mendapat pasokan melalui pipa, sebaiknya ada cara lain untuk memasok gas kepada industri non strategis, misalnya dengan CNG. "Seharusnya industri mendapat CNG seperti tabung biru yang ada di rumah," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :