Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:29 WIB
loading...
PT Pertamina EP menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) strategis dengan PT Cikarang Listrindo dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/5). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina EP menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) strategis dengan PT Cikarang Listrindo dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/5). Penandatanganan kesepakatan komersial jangka panjang ini menjadi bagian dari rangkaian agenda pameran industri hulu migas tahunan, Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) ke-50 tahun 2026. Kemitraan tersebut ditujukan untuk menjamin kepastian pasokan energi bagi sektor industri di wilayah Jawa Barat sekaligus menyokong kelancaran operasional hulu migas di Sumatra.
"Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat dalam siaran persnya, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Pertamina EP Integrasikan Keberlanjutan dalam Operasi Hulu Migas
Rachmat menjelaskan, kontrak perjanjian jual beli gas dengan PT Cikarang Listrindo akan berlaku hingga 16 September 2035 guna menopang kebutuhan manufaktur di Jawa Barat. Volume pasokan gas untuk mitranya tersebut dialokasikan mencapai 20 miliar standar kaki kubik (BSCF) yang bersumber langsung dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field.
"Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat dalam siaran persnya, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Pertamina EP Integrasikan Keberlanjutan dalam Operasi Hulu Migas
Rachmat menjelaskan, kontrak perjanjian jual beli gas dengan PT Cikarang Listrindo akan berlaku hingga 16 September 2035 guna menopang kebutuhan manufaktur di Jawa Barat. Volume pasokan gas untuk mitranya tersebut dialokasikan mencapai 20 miliar standar kaki kubik (BSCF) yang bersumber langsung dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field.
Lihat Juga :