Pertahun, produksi beras Bulukumba capai 34 Ton
Kamis, 13 Desember 2012 - 17:18 WIB
Pertahun, produksi beras Bulukumba capai 34 Ton
A
A
A
Sindonews.com - Produksi beras di Kabupaten Bulukumba dalam setiap tahun diprediksi mencapai 34 ton. Dengan ketersedian stok beras tersebut dipastikan Bulukumba, Sulawesi Selatan berada dalam posisi aman hingga pertengahan tahun 2013 mendatang.
Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) wilayah Bulukumba Erwin Tora mengungkapkan, stok beras dipastikan akan terus bertambah karena dalam beberapa bulan kedepan petani di Bulukumba akan melakukan panen raya lagi. Dengan kekersedian tersebut semakin memperkuat serta menjamin stok pangan di daerah ini aman dan tidak ada masalah.
“Kami menjamin sampai 2013 mendatang, stok beras aman khususnya wilayah kerja Bulukumba yang membawahi beberapa Kabupaten tetangga. Namun, ini bisa kita capai berkat upaya dan kerja keras antar sektor yang terkait dengan masalah pangan. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut sampai beberapa tahun kedepanya,” ucap Erwin.
Dia menambahkan, dengan produksi beras yang dihasilkan petani mencapai 34 ton setiap tahun, maka jumlah tersebut sudah melebihi dari kebutuhan beras di wilayah kerja Bulukumba. Makanya, Bulog Bulukumba selalu mengirim beras ke sejumlah provinsi termasuk ke Bitung Sulawesi Utara, Maluku, Kalimantan dan beberapa daerah lainya.
“Dalam memproduksi gabah atau beras, Bulukumba memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Sebab, dalam dua bulan sekali, Bulog selalu melakukan pengiriman beras antar pulau. Pengiriman ini berdasarkan atas kerja sama dengan lintas Bulog luar daerah,” tutur Erwin.
Selain itu, lanjut dia, setiap kali pengiriman beras mencapai 15 persen dari stok beras yang ada. Sedangkan, beras yang dikirim memiliki kualitas yang sama dengan beras yang dikonsumsi warga Bulukumba sendiri.
“Kualitasnya tidak diragukan lagi karena itu memang sangat penting. Makanya, selama pengiriman dilakukan keluar, tidak ada masalah,”
terangnya.
Khusus dalam pembelian beras, ungkap Erwin, pihaknya masih membeli beras petani melalui gedung. Hanya saja, pada musim tanam mendatang, dia akan terjun langsung bersama petugas pertanian untuk membina petani terutama pada pasca panen. “Rencana ini merupakan program baru bulog yang berlaku secara rasional,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Harun mengemukakan, pihaknya merespons baik rencana bulog tersebut turun langsung ke petani karena dapat membantu masyarakat dalam hal pemasaran beras. “Saya kira program ini cukup membantu masyarakat petani. Makanya, perlu didukung sepenuhnya,” ujar mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Bulukumba ini.
Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) wilayah Bulukumba Erwin Tora mengungkapkan, stok beras dipastikan akan terus bertambah karena dalam beberapa bulan kedepan petani di Bulukumba akan melakukan panen raya lagi. Dengan kekersedian tersebut semakin memperkuat serta menjamin stok pangan di daerah ini aman dan tidak ada masalah.
“Kami menjamin sampai 2013 mendatang, stok beras aman khususnya wilayah kerja Bulukumba yang membawahi beberapa Kabupaten tetangga. Namun, ini bisa kita capai berkat upaya dan kerja keras antar sektor yang terkait dengan masalah pangan. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut sampai beberapa tahun kedepanya,” ucap Erwin.
Dia menambahkan, dengan produksi beras yang dihasilkan petani mencapai 34 ton setiap tahun, maka jumlah tersebut sudah melebihi dari kebutuhan beras di wilayah kerja Bulukumba. Makanya, Bulog Bulukumba selalu mengirim beras ke sejumlah provinsi termasuk ke Bitung Sulawesi Utara, Maluku, Kalimantan dan beberapa daerah lainya.
“Dalam memproduksi gabah atau beras, Bulukumba memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Sebab, dalam dua bulan sekali, Bulog selalu melakukan pengiriman beras antar pulau. Pengiriman ini berdasarkan atas kerja sama dengan lintas Bulog luar daerah,” tutur Erwin.
Selain itu, lanjut dia, setiap kali pengiriman beras mencapai 15 persen dari stok beras yang ada. Sedangkan, beras yang dikirim memiliki kualitas yang sama dengan beras yang dikonsumsi warga Bulukumba sendiri.
“Kualitasnya tidak diragukan lagi karena itu memang sangat penting. Makanya, selama pengiriman dilakukan keluar, tidak ada masalah,”
terangnya.
Khusus dalam pembelian beras, ungkap Erwin, pihaknya masih membeli beras petani melalui gedung. Hanya saja, pada musim tanam mendatang, dia akan terjun langsung bersama petugas pertanian untuk membina petani terutama pada pasca panen. “Rencana ini merupakan program baru bulog yang berlaku secara rasional,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Harun mengemukakan, pihaknya merespons baik rencana bulog tersebut turun langsung ke petani karena dapat membantu masyarakat dalam hal pemasaran beras. “Saya kira program ini cukup membantu masyarakat petani. Makanya, perlu didukung sepenuhnya,” ujar mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Bulukumba ini.
(gpr)
Lihat Juga :