Pemerintah disarankan hati-hati dalam kebijakan pembangunan

Kamis, 13 Desember 2012 - 17:36 WIB
Pemerintah disarankan...
Pemerintah disarankan hati-hati dalam kebijakan pembangunan
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, menyarankan agar pemerintah berhati-hati dalam membuat kebijakan pembangunan yang terkait dengan ketersediaan lahan.

Pasalnya Politisi Golkar ini menilai sebuah pembangunan justru menggerus ketersediaan lahan terutama lahan produktif pertanian dan akan berpengaruh besar bagi ketersediaan pangan.

"Kalau tidak diperhatikan oleh Negara dan nanti kita akan kesulitan pangan, ini sebuah pelanggaran konstitusi, karena ketersediaan sandang, pangan dan papan adalah amanat konstitusi," ujar Firman, di Komplek Parlemen Senayan, Kamis (13/12/2012).

Dijelaskan Firman, dalam konsepsi Internasional persoalan pangan adalah hal yang sangat serius karena ketika negara gagal memastikan kepada rakyatnya soal ketersediaan pangan hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia.

"Ada konsep PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bahwa pangan itu adalah HAM, kalau soal pangan ini tidak tersedia itu adalah satu pelanggaran yang sangat luar biasa. Saya kira hal ini harus jadi perhatian Pemerintah," papar Firman.

Oleh karena itu dirinya menyarankan agar kedepan orientasi pembangunan harus disesuaikan dengan persoalan kedaulatan pangan.

"Jangan sampai mengedepankan proyek-proyek besar dengan mengkonversi lahan produktif yang akan berisiko pada ketersediaan pangan Nasional di masa depan. Juga jangan membudayakan ketersediaan pangan itu identik bahwa kita harus impor. Sekarang kan seperti itu, yang penting ada barangnya tapi darimana sumbernya itu nomir dua. Padahal kita kan spiritnya adalah swasembada pangan," pungkas Firman.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved