OJK: Industri keuangan RI akan tetap tumbuh
Kamis, 13 Desember 2012 - 20:34 WIB
OJK: Industri keuangan RI akan tetap tumbuh
A
A
A
Sindonews.com - Kendati kondisi ekonomi dunia masih belum menunjukkan potensi untuk membaik, namun pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah yang semakin tinggi, diharap mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Muliaman D Hadad menilai, pertumbuhan industri keuangan di tahun depan, memiliki potensi penguatan yang baik karena didukung pertumbuhan masyarakat kelompok menengah yang tinggi.
"Kita tentu sepakat, kita memiliki prospek pertumbuhan yang luar biasa. Akan banyak tumbuh masyarakat kelompok menengah, akan tumbuh lebih dari 100 juta orang," terang Muliaman di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Dirinya mencontohkan, dengan meningkatnya kelas ekonomi seseorang akan diiringi daya beli masyarakat yang juga tentu meningkat misalnya untuk membeli kendaraan dan properti.
"Misalnya, yang tadinya hanya punya kendaraan bermotor roda dua lalu memiliki kendaraan roda empat, itu kan akan mendorong kebutuhan asuransi juga meningkat (sebagai salah satu jasa industri keuangan)," paparnya.
Dengan kondisi yang demikian, dirinya menyimpulkan, industri keuangan tanah air di masa depan akan tetap tumbuh, kendati kondisi global masih belum baik.
"Semakin besar kelompok masyarakat kelas menengah, semakin banyak permintaan akan pelayanan keuangan dengan berbagai variasinya," simpul dia.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Muliaman D Hadad menilai, pertumbuhan industri keuangan di tahun depan, memiliki potensi penguatan yang baik karena didukung pertumbuhan masyarakat kelompok menengah yang tinggi.
"Kita tentu sepakat, kita memiliki prospek pertumbuhan yang luar biasa. Akan banyak tumbuh masyarakat kelompok menengah, akan tumbuh lebih dari 100 juta orang," terang Muliaman di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Dirinya mencontohkan, dengan meningkatnya kelas ekonomi seseorang akan diiringi daya beli masyarakat yang juga tentu meningkat misalnya untuk membeli kendaraan dan properti.
"Misalnya, yang tadinya hanya punya kendaraan bermotor roda dua lalu memiliki kendaraan roda empat, itu kan akan mendorong kebutuhan asuransi juga meningkat (sebagai salah satu jasa industri keuangan)," paparnya.
Dengan kondisi yang demikian, dirinya menyimpulkan, industri keuangan tanah air di masa depan akan tetap tumbuh, kendati kondisi global masih belum baik.
"Semakin besar kelompok masyarakat kelas menengah, semakin banyak permintaan akan pelayanan keuangan dengan berbagai variasinya," simpul dia.
(gpr)