Penjualan rumah MBR tidak capai target
Jum'at, 14 Desember 2012 - 14:08 WIB
Penjualan rumah MBR tidak capai target
A
A
A
Sindonews.com - Penjualan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Barat tidak mencapai target. Sampai dengan Desember 2012 ini, penjualan rumah di bawah tipe 36 hanya mencapai 30.000 unit.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yana Mulyana Supardjo mengatakan, penjualan perumahan untuk MBR atau rumah di bawah tipe 36 sampai pertengahan Desember 2012 tidak baru mencapai 30.000 unit. Padahal, DPD REI Jabar menargetkan penjualan rumah untuk tipe tersebut bisa 80.000 unit.
“Posisi penjualan sampai pertengan Desember ini sebanyak 30.000 unit,” jelas Yana Mulyana Supardjo di Bandung, Jumat (14/12/2012).
REI mengakui, penjualan perumahan di Jabar jauh dari target yang diharapkan. Hal itu, disebabkan berbagai persoalan yang dihadapi pada semester pertama 2012.
Pada periode tersebut, penjualan rumah untuk MBR nyaris terhenti. Ketika itu, pengembang perumahan kesulitan melakukan pembangunan, akibat belum tuntasnya aturan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk tipe tertentu. Termasuk, persoalan harga jual rumah tipe 36 yang ketika itu tidak kunjung usai.
Kendati penjualan pada tahun ini tidak tercapai, REI berharap 2013 mendatang penjualan perumahan di Jabar akan kembali menggeliat. Apalagi, sejumlah perbankan menyatakan kesiapannya menyalurkan FLPP. Artinya, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menentukan skema kredit dengan perbankan.
Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan ketentuan perumahan MBR minimal tipe 36, diperkirakan akan mendongkrak penjualan rumah untuk MBR di tahun 2013. Di mana, masyarakat bebas menentukan tipe rumah yang akan dibeli. Pemerintah tidak lagi, membatasi penjualan rumah untuk MBR untuk tipe 36 saja.
“Tahun ini, penjulan rumah didominasi tipe 36. Tapi tahun depan, kami memperkirakan, rumah tipe 27 sampai tipe 29 paling diminati masyarakat. Selain harnya lebih terjangkau, juga cocok untuk pasangan muda yang baru menikah,” jelas dia.
Rumah tipe ini, jauh lebih besar dari rumah tipe 21 dengan kamar bisa dua ruangan. Selain itu, harga rumah tipe tersebut lebih terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketika disinggung rencana pengembangan perumahan di Jawa Barat, Yana mengakui, pembangunan perumahan MBR masih didominasi di daerah perkotaan. Seperti di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan lainnya. Termasuk di kawasan Jawa Barat, perbatasan dengan DKI Jakarta. “Di Bandung, pengembangan perumahan untuk MBR masih di daerah perkotaan,” jelas dia.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yana Mulyana Supardjo mengatakan, penjualan perumahan untuk MBR atau rumah di bawah tipe 36 sampai pertengahan Desember 2012 tidak baru mencapai 30.000 unit. Padahal, DPD REI Jabar menargetkan penjualan rumah untuk tipe tersebut bisa 80.000 unit.
“Posisi penjualan sampai pertengan Desember ini sebanyak 30.000 unit,” jelas Yana Mulyana Supardjo di Bandung, Jumat (14/12/2012).
REI mengakui, penjualan perumahan di Jabar jauh dari target yang diharapkan. Hal itu, disebabkan berbagai persoalan yang dihadapi pada semester pertama 2012.
Pada periode tersebut, penjualan rumah untuk MBR nyaris terhenti. Ketika itu, pengembang perumahan kesulitan melakukan pembangunan, akibat belum tuntasnya aturan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk tipe tertentu. Termasuk, persoalan harga jual rumah tipe 36 yang ketika itu tidak kunjung usai.
Kendati penjualan pada tahun ini tidak tercapai, REI berharap 2013 mendatang penjualan perumahan di Jabar akan kembali menggeliat. Apalagi, sejumlah perbankan menyatakan kesiapannya menyalurkan FLPP. Artinya, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menentukan skema kredit dengan perbankan.
Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan ketentuan perumahan MBR minimal tipe 36, diperkirakan akan mendongkrak penjualan rumah untuk MBR di tahun 2013. Di mana, masyarakat bebas menentukan tipe rumah yang akan dibeli. Pemerintah tidak lagi, membatasi penjualan rumah untuk MBR untuk tipe 36 saja.
“Tahun ini, penjulan rumah didominasi tipe 36. Tapi tahun depan, kami memperkirakan, rumah tipe 27 sampai tipe 29 paling diminati masyarakat. Selain harnya lebih terjangkau, juga cocok untuk pasangan muda yang baru menikah,” jelas dia.
Rumah tipe ini, jauh lebih besar dari rumah tipe 21 dengan kamar bisa dua ruangan. Selain itu, harga rumah tipe tersebut lebih terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketika disinggung rencana pengembangan perumahan di Jawa Barat, Yana mengakui, pembangunan perumahan MBR masih didominasi di daerah perkotaan. Seperti di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, dan lainnya. Termasuk di kawasan Jawa Barat, perbatasan dengan DKI Jakarta. “Di Bandung, pengembangan perumahan untuk MBR masih di daerah perkotaan,” jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :