Menkeu bantah suntik IMF Rp25 T

Senin, 17 Desember 2012 - 16:55 WIB
Menkeu bantah suntik...
Menkeu bantah suntik IMF Rp25 T
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo membantah bahwa negara memberikan suntikan modal kepada lembaga asing International Monetery Fund (IMF) sebesar Rp25 triliun. Informasi ini sebelumnya terkuak dari temuan kajian Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (FITRA).

"Tidak ada (pemberian suntikan modal)," ungkap Agus kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/12/2012).

Jika ada pinjaman yang diberikan ke IMF, menurut Agus, itu merupakan dana yang termasuk dalam pengelolaan Bank Indonesia. Namun, pinjaman tersebut tidak diberikan secara tunai.

"Kalau dana yang terkait dengan pijaman ke IMF adalah dana yang ada dalam pengelolaan BI dan itu pun tidak diberikan secara tunai ke IMF, tapi sifatnya stand by loan (dana siaga)," jelasnya.

Agus menegaskan, BI merupakan pihak yang tepat untuk menjawab hal tersebut. "Itu ada dalam pengelolaan BI dan instansi yang lebih tepat menjawab ini adalah BI," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia memberikan suntikan modal kepada IMF dengan nilai tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp25.928.353,5. Namun, suntikan modal ini tidak diketahui alokasi penggunaannya.

Temuan suntikan itu dipaparkan oleh FITRA dalam temuan kajian selama semester I/2012, Minggu (16/12/2012). Menurut Direktur Research FITRA Yenny Sucipto, suntikan itu disebut sebagai kewajiban penyertaan modal pemerintah Indonesia kepada sejumlah lembaga asing.

"Pemerintahan Indonesia memiliki kewajiban untuk lembaga asing. Penyertaan modal ini merupakan penyertaan modal yang dikeluarkan pemerintah Indonesia sebagai kewajiban keanggotan di organisasi/lembaga keuangan internasional maupun regional," kata Yenny.

Namun, kata Yenny, saat dilakukan penelusuran lebih mendalam penyertaan modal itu tidak ditemukan rinciannya. Hanya saja, kata Yenny, dana tersebut ditemukan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada semester I/2012. Bahkan, kata dia, suntikan itu tidak diketahui laba dan dividen.

"Penyertaan modal, ini tidak bisa di-track apakah dividen atau laba? Apakah setoran tiap tahun, atau karena bagian dari member lembaga asing?" jelas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Fuad Bawazier Sebut...
Fuad Bawazier Sebut Pembiayaan Lewat SBN Berisiko Perbesar Beban Fiskal
6 menit yang lalu
Kondisi Jalur Distribusi...
Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
1 jam yang lalu
DJP Bidik Wajib Pajak...
DJP Bidik Wajib Pajak Baru, Sasar Data Rekening hingga Pelat Nomor Kendaraan
1 jam yang lalu
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
3 jam yang lalu
LPEU MUI Luncurkan Perumahan...
LPEU MUI Luncurkan Perumahan Merah Putih di Bogor, Terapkan Konsep Syariah Bebas Riba
3 jam yang lalu
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
3 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved