2012, BRMS targetkan serapan capex USD65 juta
Kamis, 20 Desember 2012 - 13:20 WIB
2012, BRMS targetkan serapan capex USD65 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Bumi Resorces Minerals Tbk (BRMS) menargetkan penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga akhir tahun 2012 sebesar USD60-65 juta.
Sekretaris Perusahaan BRMS, Herwin Hidayat menjelaskan, hingga akhir Juni 2012 sendiri, perseroan baru menyerap capex sebesar USD45 juta.
"Dana belanja modal tersebut kami alokasikan untuk proyek Dairy Prima dan Gorontalo Mineral. Proyeksi penggunaan capex akhir tahun sekitar USD60 juta sampai USD65 juta," terang Herwin di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, perseroan sendiri sebenarnya tidak terlalu fokus dengan berapa besar anggaran capex yang dapat diserap hingga akhir tahun. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana hasil dari pemanfaatan anggaran tersebut.
"Di sini yang kami fokuskan bukan berapa alokasinya yang digunakan melainkan progress penggunaan capex tersebut tadi," sambung dia.
Sebelumnya, BRMS memiliki dua aset terbesar, yakni di Dairi (Sumatera Utara) dan Gorontalo. Dairi membutuhkan sekitar USD100 juta per tahun hingga 2014.
Sementara proyek Gorontalo telah menghabiskan USD75 juta dan masih membutuhkan dana lebih dari USD100 juta sampai produksi di 2015.
Sekretaris Perusahaan BRMS, Herwin Hidayat menjelaskan, hingga akhir Juni 2012 sendiri, perseroan baru menyerap capex sebesar USD45 juta.
"Dana belanja modal tersebut kami alokasikan untuk proyek Dairy Prima dan Gorontalo Mineral. Proyeksi penggunaan capex akhir tahun sekitar USD60 juta sampai USD65 juta," terang Herwin di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, perseroan sendiri sebenarnya tidak terlalu fokus dengan berapa besar anggaran capex yang dapat diserap hingga akhir tahun. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana hasil dari pemanfaatan anggaran tersebut.
"Di sini yang kami fokuskan bukan berapa alokasinya yang digunakan melainkan progress penggunaan capex tersebut tadi," sambung dia.
Sebelumnya, BRMS memiliki dua aset terbesar, yakni di Dairi (Sumatera Utara) dan Gorontalo. Dairi membutuhkan sekitar USD100 juta per tahun hingga 2014.
Sementara proyek Gorontalo telah menghabiskan USD75 juta dan masih membutuhkan dana lebih dari USD100 juta sampai produksi di 2015.
(rna)
Lihat Juga :