CNKO akan akuisisi 5 PLTM senilai Rp42,5 M
Kamis, 20 Desember 2012 - 18:57 WIB
CNKO akan akuisisi 5 PLTM senilai Rp42,5 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) akan melakukan akuisisi lima proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) senilai Rp42,5 miliar, yang berada di wilayah Sumatera Barat dan Jawa Barat.
PLTM yang akan diakuisisi tersebut merupakan proyek pembangkit yang sudah berjalan. Dari lima pembangkit tersebut, dua berlokasi di Jawa Barat dan sisanya berada di Sumatera Barat.
Direktur CNKO Novriaty Sibuea mengatakan, total kapasitas PLTM yang ingin diakuisisi tersebut sebesar 16,8 megawatt (MW) dan saat ini masih dalam tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan pihak-pihak pemilik proyek PLTM tersebut.
Perseroan menargetkan akuisisi akan selesai pada akhir Januari 2013. Biaya akuisisi PLTM di Jawa Barat senilai Rp20 miliar dan di Sumatera Barat senilai Rp22,5 miliar. Adapun sumber pendanaan berasal dari dana pihak ketiga atau akan menggandeng pihak ketiga.
Namun, dia mengatakan, perseroan belum memutuskan pihak mana yang akan dipilih. "Ini proyek-proyek yang sudah eksisting, bukan proyek yang sedang dalam proses tender," ujar Novriarty dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Perseroan juga akan melakukan penambahan kapasitas di lima PLTU, yaitu di Gorontalo dengan 2x15 MW, Tanjung Balai Karimun dengan 2x15 mw, dan Palangkaraya 2x30 mw. Investasinya akan mengambil dana dari pihak ketiga.
PLTM yang akan diakuisisi tersebut merupakan proyek pembangkit yang sudah berjalan. Dari lima pembangkit tersebut, dua berlokasi di Jawa Barat dan sisanya berada di Sumatera Barat.
Direktur CNKO Novriaty Sibuea mengatakan, total kapasitas PLTM yang ingin diakuisisi tersebut sebesar 16,8 megawatt (MW) dan saat ini masih dalam tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan pihak-pihak pemilik proyek PLTM tersebut.
Perseroan menargetkan akuisisi akan selesai pada akhir Januari 2013. Biaya akuisisi PLTM di Jawa Barat senilai Rp20 miliar dan di Sumatera Barat senilai Rp22,5 miliar. Adapun sumber pendanaan berasal dari dana pihak ketiga atau akan menggandeng pihak ketiga.
Namun, dia mengatakan, perseroan belum memutuskan pihak mana yang akan dipilih. "Ini proyek-proyek yang sudah eksisting, bukan proyek yang sedang dalam proses tender," ujar Novriarty dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Perseroan juga akan melakukan penambahan kapasitas di lima PLTU, yaitu di Gorontalo dengan 2x15 MW, Tanjung Balai Karimun dengan 2x15 mw, dan Palangkaraya 2x30 mw. Investasinya akan mengambil dana dari pihak ketiga.
(rna)
Lihat Juga :