Apindo : Ide Jakarta bebas premium tak masuk akal
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:09 WIB
Apindo : Ide Jakarta bebas premium tak masuk akal
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, ide Jakarta bebas premium yang dikemukakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai wacana yang sama sekali tidak masuk akal.
"Pak Ahok kan bukan presiden. Kalau ngomong pakai otak sedikit. Kita ketawa dan nggak mungkin terjadi," ujar Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi usai konferensi pers Apindo di Permata Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Menurut Sofjan, warga Jakarta akan memborong premium di daerah sekitar Jakarta bila tak ada premium di Jakarta. "Kalau dia lakukan, mereka belanja premium di Tangerang, Bekasi," sambungnya.
Lebih lanjut, Apindo sama sekali tidak percaya Ahok akan mampu menjalankan ide Jakarta bebas premium tersebut. "Jakarta bagaimana menutup, pemerintah saja nggak bisa menutup, apalagi Ahok," tutur dia.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan permintaan Jakarta bebas premium kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Cara itu akan membuat masyarakat berpikir pakai BBM nonsubsidi,” ujar Basuki, kemarin.
Dampak selanjutnya, masyarakat akan mulai berpikir untuk beralih ke angkutan umum lantaran biaya operasional menggunakan kendaraan pribadi menjadi tinggi. Hanya masyarakat yang sanggup membeli BBM nonsubsidi yang akan tetap bertahan menggunakan kendaraan pribadi.
“Langkah demikian juga bisa menghemat APBN,” paparnya. Apabila pasokan BBM bersubsidi di Ibu Kota dihentikan, pemprov akan menyiasatinya dengan membangun rumah susun sewa (rusunawa) atau apartemen sewa bulanan demi mendekatkan akses masyarakat.
Kuota premium di Jakarta untuk tahun ini awalnya ditetapkan 1,5 juta kiloliter. Dengan rata-rata konsumsi 6.500–7.000 kiloliter per hari, kuota premium dipastikan terlewati.
"Pak Ahok kan bukan presiden. Kalau ngomong pakai otak sedikit. Kita ketawa dan nggak mungkin terjadi," ujar Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi usai konferensi pers Apindo di Permata Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Menurut Sofjan, warga Jakarta akan memborong premium di daerah sekitar Jakarta bila tak ada premium di Jakarta. "Kalau dia lakukan, mereka belanja premium di Tangerang, Bekasi," sambungnya.
Lebih lanjut, Apindo sama sekali tidak percaya Ahok akan mampu menjalankan ide Jakarta bebas premium tersebut. "Jakarta bagaimana menutup, pemerintah saja nggak bisa menutup, apalagi Ahok," tutur dia.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan permintaan Jakarta bebas premium kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Cara itu akan membuat masyarakat berpikir pakai BBM nonsubsidi,” ujar Basuki, kemarin.
Dampak selanjutnya, masyarakat akan mulai berpikir untuk beralih ke angkutan umum lantaran biaya operasional menggunakan kendaraan pribadi menjadi tinggi. Hanya masyarakat yang sanggup membeli BBM nonsubsidi yang akan tetap bertahan menggunakan kendaraan pribadi.
“Langkah demikian juga bisa menghemat APBN,” paparnya. Apabila pasokan BBM bersubsidi di Ibu Kota dihentikan, pemprov akan menyiasatinya dengan membangun rumah susun sewa (rusunawa) atau apartemen sewa bulanan demi mendekatkan akses masyarakat.
Kuota premium di Jakarta untuk tahun ini awalnya ditetapkan 1,5 juta kiloliter. Dengan rata-rata konsumsi 6.500–7.000 kiloliter per hari, kuota premium dipastikan terlewati.
(rna)
Lihat Juga :