Pegadaian kucuri pesantren Nurul Quran Rp75 Juta
Senin, 24 Desember 2012 - 10:54 WIB
Pegadaian kucuri pesantren Nurul Quran Rp75 Juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Pegadaian menyerahkan bantuan dana Corporate Social responsibility (CSR) Rp75 juta untuk pembangunan Pondok Pesantren Nurul Qur’an di Pedukuhan Sambeng, Hargorejo, Kokap, Kulonprogo, Senin (24/12/2012).
Bantuan diserahkan langsung Manager Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dan CSR PT Pegadaian Wilayah Jateng-DIY, Haris Yuniar. Menurut Dian bantuan melalui CSR merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat.
Dana disisihkan dari laba yang diperoleh. "Tujuannya juga untuk mendekatkan hubungan masyarakat dengan PT Pegadaian, selain juga untuk memperkenalkan Pegadaian kepada masyarakat," kata Haris.
Selain membantu pembangunan infrastruktur, PT Pegadaian juga membantu pemasaran industri kerajinan dengan mengikutsertakan pameran di tingkat internasional yang dibiayai oleh pegadaian. Dengan harapan perajin dari Kulonprogo dapat dikenal lebih luas di pasar internasional.
Pengasuh Pesantren Nurul Qur’an, Ustadz Nur Wahid menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan PT Pegadaian. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk membangun asrama yang saat ini menempati bangunan yang sangat sederhana.
Menurut Nur Wahid, Ponpes yang berdiri 8 Juli 2010 dihuni 35 santri dari anak miskin dan bermasalah serta 3 anak yatim. Pesantren dibangun karena anak usia sekolah di wilayah Kokap kurang memperoleh pendidikan agama. Bahkan di lingkungan tempat tinggal tidak ada TPA maupun TPQ.
"Bersama tokoh masyarakat Kokap akhirnya dibangun Ponpes yang merupakan cabang dari ponpes milik ustadz kondang Yusuf Mansyur Jakarta. Visinya melahirkan bibit penghafal Al Qur’an," terangnya.
Bantuan diserahkan langsung Manager Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dan CSR PT Pegadaian Wilayah Jateng-DIY, Haris Yuniar. Menurut Dian bantuan melalui CSR merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat.
Dana disisihkan dari laba yang diperoleh. "Tujuannya juga untuk mendekatkan hubungan masyarakat dengan PT Pegadaian, selain juga untuk memperkenalkan Pegadaian kepada masyarakat," kata Haris.
Selain membantu pembangunan infrastruktur, PT Pegadaian juga membantu pemasaran industri kerajinan dengan mengikutsertakan pameran di tingkat internasional yang dibiayai oleh pegadaian. Dengan harapan perajin dari Kulonprogo dapat dikenal lebih luas di pasar internasional.
Pengasuh Pesantren Nurul Qur’an, Ustadz Nur Wahid menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan PT Pegadaian. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk membangun asrama yang saat ini menempati bangunan yang sangat sederhana.
Menurut Nur Wahid, Ponpes yang berdiri 8 Juli 2010 dihuni 35 santri dari anak miskin dan bermasalah serta 3 anak yatim. Pesantren dibangun karena anak usia sekolah di wilayah Kokap kurang memperoleh pendidikan agama. Bahkan di lingkungan tempat tinggal tidak ada TPA maupun TPQ.
"Bersama tokoh masyarakat Kokap akhirnya dibangun Ponpes yang merupakan cabang dari ponpes milik ustadz kondang Yusuf Mansyur Jakarta. Visinya melahirkan bibit penghafal Al Qur’an," terangnya.
(gpr)
Lihat Juga :