Wamen ESDM : Mustahil Jakarta bebas premium
Senin, 24 Desember 2012 - 12:03 WIB
Wamen ESDM : Mustahil Jakarta bebas premium
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini menilai, wacana Jakarta bebas premium yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mustahil untuk dilaksanakan.
Rudi menyebut, ada sejumlah konsekuensi yang akan timbul bila ide itu direalisasikan. Misalnya, akan terjadi antrian pembelian premium di kawasan penyangga Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Banten, dan Tangerang.
"(Jakarta bebas premium) Sulit dilakukan, bagaimana dengan kota penyangganya? Nanti akan kewalahan antrian premium di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) perbatasan kota," ungkap Rudi Rubiandini kepada Sindonews di Jakarta, Senin (24/12/2012).
Selain itu, akan timbul protes dari para pengusaha SPBU di DKI Jakarta. "Nanti SPBU yang di DKI protes," sambungnya.
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menyatakan pendapat senada. Menurut Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi, ide Jakarta bebas dari premium sama sekali tidak masuk akal.
"Pak Ahok kan bukan presiden. Kalau ngomong pakai otak sedikit. Kita ketawa dan (Jakarta bebas premium) nggak mungkin terjadi," ujar Sofjan pekan lalu.
Rudi menyebut, ada sejumlah konsekuensi yang akan timbul bila ide itu direalisasikan. Misalnya, akan terjadi antrian pembelian premium di kawasan penyangga Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Banten, dan Tangerang.
"(Jakarta bebas premium) Sulit dilakukan, bagaimana dengan kota penyangganya? Nanti akan kewalahan antrian premium di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) perbatasan kota," ungkap Rudi Rubiandini kepada Sindonews di Jakarta, Senin (24/12/2012).
Selain itu, akan timbul protes dari para pengusaha SPBU di DKI Jakarta. "Nanti SPBU yang di DKI protes," sambungnya.
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menyatakan pendapat senada. Menurut Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi, ide Jakarta bebas dari premium sama sekali tidak masuk akal.
"Pak Ahok kan bukan presiden. Kalau ngomong pakai otak sedikit. Kita ketawa dan (Jakarta bebas premium) nggak mungkin terjadi," ujar Sofjan pekan lalu.
(rna)
Lihat Juga :