SK Migas teken lima PJMG senilai Rp59 T
Rabu, 26 Desember 2012 - 15:07 WIB
SK Migas teken lima PJMG senilai Rp59 T
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Kerja Sementara Pengeloa Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) hari ini, menyepakati lima perjanjian jual beli minyak dan gas bumi (PJMG) yang diperkirakan nilainya mencapai Rp59 triliun.
"Perkiraan pendapatan negara dari kesepakatan ini mencapai USD6,12 miliar (sekitar Rp59 triliun)," kata Menteri ESDM sekaligus Kepala SK Migas Jero Wacik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Penandatanganan terdiri dari satu Head of Agreement (HoA) gas alam cair (liquified natural gas/LNG) antara PLN dengan BP Berau Ltd, dua perpanjangan jual beli elpiji (liquified petroleum gas/LPG) antara Pertamina dengan KKKS di Jabung, Jambi, Kepala Burung, Papua Barat, addendum-3 perjanjian jual beli gas bumi Pertamina EP ke pembangkit Jawa-Bali untuk keperluan pembangkit listrik Muara Tawar, serta amandemen penjualan produksi minyak bumi dari Blok Cepu ke Pertamina untuk pemenuhan kilang domestik.
Jero mengatakan, selain pendapatan negara, kesepakatan LNG dari BP dan tambahan gas bumi dari Pertamina akan menghemat pengeluaran PLN. "Diperkirakan sebesar USD17,88 miliar karena mengganti solar ke gas," kata dia.
"Perkiraan pendapatan negara dari kesepakatan ini mencapai USD6,12 miliar (sekitar Rp59 triliun)," kata Menteri ESDM sekaligus Kepala SK Migas Jero Wacik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Penandatanganan terdiri dari satu Head of Agreement (HoA) gas alam cair (liquified natural gas/LNG) antara PLN dengan BP Berau Ltd, dua perpanjangan jual beli elpiji (liquified petroleum gas/LPG) antara Pertamina dengan KKKS di Jabung, Jambi, Kepala Burung, Papua Barat, addendum-3 perjanjian jual beli gas bumi Pertamina EP ke pembangkit Jawa-Bali untuk keperluan pembangkit listrik Muara Tawar, serta amandemen penjualan produksi minyak bumi dari Blok Cepu ke Pertamina untuk pemenuhan kilang domestik.
Jero mengatakan, selain pendapatan negara, kesepakatan LNG dari BP dan tambahan gas bumi dari Pertamina akan menghemat pengeluaran PLN. "Diperkirakan sebesar USD17,88 miliar karena mengganti solar ke gas," kata dia.
(rna)
Lihat Juga :