22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Energi Sedunia
Rabu, 26 Desember 2012 - 18:55 WIB
22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Energi Sedunia
A
A
A
Sindonews.com - Di sela-sela konferensi pers Kinerja Satu Tahun Kementerian ESDM, Menteri ESDM Jero Wacik mengumumkan penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Energi Sedunia berdasarkan kesepakatan World Energy Forum di Dubai beberapa waktu lalu.
"Saya berkunjung ke World Energy Forum di Dubai. Di sana kami menyepakati, seluruh Menteri Energi dan beberapa kepala negara sepakat tanggal 22 Oktober dijadikan World Energy Day. Ditandatangani oleh Menteri Energi sedunia," tutur Jero Wacik di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Jero menambahkan, setiap tanggal 22 Oktober akan diadakan kampanye hemat energi dalam berbagai bentuk seperti seminar, promosi, dan sebagainya setiap tahun mulai tahun depan.
"Apa yang akan dilakukan? Setiap menjelang 22 Oktober, harus ada gerakan urusan energi. Misalnya kampanye hemat energi," jelasnya.
Menurut dia, kini energi telah menjadi sedemikian krusial bagi umat manusia hingga kegiatan sehari-hari bisa terganggu hanya karena masalah ketersediaan energi.
"Dulu manusia hanya berpikir dapat makan, rumah, sekarang ada kebutuhan energi. Kehidupan bisa berhenti kalau enggak ada energi," pungkas Jero.
"Saya berkunjung ke World Energy Forum di Dubai. Di sana kami menyepakati, seluruh Menteri Energi dan beberapa kepala negara sepakat tanggal 22 Oktober dijadikan World Energy Day. Ditandatangani oleh Menteri Energi sedunia," tutur Jero Wacik di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Jero menambahkan, setiap tanggal 22 Oktober akan diadakan kampanye hemat energi dalam berbagai bentuk seperti seminar, promosi, dan sebagainya setiap tahun mulai tahun depan.
"Apa yang akan dilakukan? Setiap menjelang 22 Oktober, harus ada gerakan urusan energi. Misalnya kampanye hemat energi," jelasnya.
Menurut dia, kini energi telah menjadi sedemikian krusial bagi umat manusia hingga kegiatan sehari-hari bisa terganggu hanya karena masalah ketersediaan energi.
"Dulu manusia hanya berpikir dapat makan, rumah, sekarang ada kebutuhan energi. Kehidupan bisa berhenti kalau enggak ada energi," pungkas Jero.
(gpr)
Lihat Juga :