IHSG diprediksi berpeluang menguat

Kamis, 27 Desember 2012 - 08:07 WIB
IHSG diprediksi berpeluang...
IHSG diprediksi berpeluang menguat
A A A
Sindonews.com - Jelang akhir tahun yang hanya tinggal menghitung hari, diharapkan sentimen positif yang berhembus bisa tetap bertahan sehingga memberi kesempatan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus positif hingga akhir tahun.

"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.240-4.265 dan resistance 4.285-4.294," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (27/12/2012).

IHSG berpola three river morning star dan sedikit di atas lower bollinger bands (LBB). MACD bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal dari area oversold.

Dengan pembentukan pola tersebut seharusnya masih ada peluang bagi IHSG untuk bergerak naik. "Tentunya bila didukung sentimen positif yang masih ada di pasar. Apalagi pada sisa waktu jelang akhir tahun yang kemungkinan masih ada kesempatan untuk rebound," sambung Reza.

Sebelumnya, pada perdagangan hari kemarin yang mengawali pekan ini dan bertepatan setelah libur panjang Natal, IHSG mengalami rebound setelah terimbas positif pergerakan bursa saham Asia.

"Meski HSI libur, namun pergerakan positif dari bursa saham Asia lainnya mampu memberikan angin segar bagi IHSG di tengah melemahnya bursa saham AS dan Eropa pada waktu sehari jelang libur Natal," jelas Reza.

Pelaku pasar mencoba kembali mencermati beberapa kabar pasar yang dapat digunakan untuk menggerakkan pasar. Kabar positif dari Jepang mempengaruhi minat pelaku pasar untuk kembali bertransaksi dan mencoba melakukan stock picking terhadap saham-saham yang masih dapat di-trading-kan setelah selalu disuguhkan kabar negatif dari ketidakjelasan penanganan fiscal cliff AS.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.275,10 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.245,32 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.275,09.

Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah masih melemah dengan sikap pesimis pelaku pasar terhadap penyelesaian fiscal cliff AS jelang akhir tahun ini.

Apalagi beredar kabar, dimana pemerintah AS sedang mempertimbangkan rencana negosiasi kembali pada awal tahun, sehingga membuat pelaku pasar mencemaskan dampak fiscal cliff tersebut.

Di sisi lain, kabar positif dari Jepang dimana PM terpilih yang baru, Shinzo Abe, mengisyaratkan untuk pelonggaran moneter dan fiskal membuat nilai tukar yen melemah, sehingga menguatkan nilai tukar USD. Dengan apresiasi USD tersebut membuat rupiah terlihat melemah.

Sampai dengan ulasan ini dibuat bursa saham Eropa variatif cenderung mencoba menguat seiring dengan harapan akan berlangsungnya kembali pembahasan fiscal cliff AS yang dapat menghasilkan suatu solusi jelang akhir tahun.

Sementara bursa saham AS diperkirakan akan juga bervariatif, namun diharapkan rilis data indeks harga perumahan, dan indeks manufaktur bisa menghasilkan angka yang dapat direspon positif pelaku pasar, sehingga mampu mengimbangi sentimen belum adanya kejelasan pembicaraan masalah fiscal cliff.

Bila data-data tersebut mampu memberikan respon positif diharapkan dapat memberikan imbas positif pula pada bursa saham Asia besok, sehingga akan menambah sentimen positif dari internal Asia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
45 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
58 menit yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Pulau Kucing Diprediksi...
Pulau Kucing Diprediksi Punah dalam Beberapa Tahun Mendatang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved