Minerba meningkat, energy mix terus didorong
Kamis, 27 Desember 2012 - 11:14 WIB
Minerba meningkat, energy mix terus didorong
A
A
A
Sindonews.com - Selama tahun 2012 produksi batubara mencapai 386 juta ton atau sebesar 109 persen dari produksi 2011 yang mencapai 353 juta ton. Dari produksi tahun 2012 tersebut sebesar 82 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri dan sebesar 304 juta ton untuk ekspor.
Dilansir dari situs resmi ESDM, Kamis (27/12/2012), pada tahun 2013 produksi diperkirakan mencapai 391 juta ton dengan alokasi DMO sebesar 74,32 juta ton. Naik dibanding DMO 2012 sebesar 67,3 juta ton.
Untuk produk mineral lain selama tahun 2012 realisasi produksi adalah konsentrat tembaga sebesar 804 ribu ton (naik dibanding tahun 2011: 618 ribu ton), emas 66 ton (turun dibanding tahun 2011: 78 ton), timah 91 ribu ton (naik dibanding 2011: 54 ribu ton), bijih nikel 35 juta ton (naik dibanding tahun 2011 sebesar 33 juta ton), ferro nikel 19 ribu ton (tahun 2011: 18 ribu ton), bauksit 29 juta ton (201: 41 juta ton) dan bijih besi 10 juta ton (2011 sebesar 11 juta ton).
Sementara untuk perkembangan bauran energy (energy mix) selama tahun 2012 mengalami perkembangan yang berarti. Porsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan seiring dengan peningkatan pemanfaatan batubara dan EBT. Bauran energi tahun 2012 adalah BBM (13,83 persen), Bio Diesel dan EBT (0,52persen), hydro (6,29 persen), panas bumi (4,79 persen), gas (23,18 persen) dan Batubara (51,40 persen). Pada tahun 2011 BBM masih menyumbang 22,95persen.
Proporsi atau bauran energi yang lebih memberikan porsi peran batubara dan mendorong peran EBT terus dilakukan. Untuk itu tahun 2013 diproyeksikan bauran energi menjadi BBM turun menjadi 9,70 persen, bio diesel dan EBT menjadi 0,52 persen, hydro menjadi 6,19 persen, panas bumi naik menjadi 4,80 persen, gas menjadi 22,12 persen, batubara naik menjadi 56,66 persen.
Dilansir dari situs resmi ESDM, Kamis (27/12/2012), pada tahun 2013 produksi diperkirakan mencapai 391 juta ton dengan alokasi DMO sebesar 74,32 juta ton. Naik dibanding DMO 2012 sebesar 67,3 juta ton.
Untuk produk mineral lain selama tahun 2012 realisasi produksi adalah konsentrat tembaga sebesar 804 ribu ton (naik dibanding tahun 2011: 618 ribu ton), emas 66 ton (turun dibanding tahun 2011: 78 ton), timah 91 ribu ton (naik dibanding 2011: 54 ribu ton), bijih nikel 35 juta ton (naik dibanding tahun 2011 sebesar 33 juta ton), ferro nikel 19 ribu ton (tahun 2011: 18 ribu ton), bauksit 29 juta ton (201: 41 juta ton) dan bijih besi 10 juta ton (2011 sebesar 11 juta ton).
Sementara untuk perkembangan bauran energy (energy mix) selama tahun 2012 mengalami perkembangan yang berarti. Porsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan seiring dengan peningkatan pemanfaatan batubara dan EBT. Bauran energi tahun 2012 adalah BBM (13,83 persen), Bio Diesel dan EBT (0,52persen), hydro (6,29 persen), panas bumi (4,79 persen), gas (23,18 persen) dan Batubara (51,40 persen). Pada tahun 2011 BBM masih menyumbang 22,95persen.
Proporsi atau bauran energi yang lebih memberikan porsi peran batubara dan mendorong peran EBT terus dilakukan. Untuk itu tahun 2013 diproyeksikan bauran energi menjadi BBM turun menjadi 9,70 persen, bio diesel dan EBT menjadi 0,52 persen, hydro menjadi 6,19 persen, panas bumi naik menjadi 4,80 persen, gas menjadi 22,12 persen, batubara naik menjadi 56,66 persen.
(gpr)
Lihat Juga :