Proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel direvisi
Kamis, 27 Desember 2012 - 18:46 WIB
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Korsel direvisi
A
A
A
Sindonews.com - Seiring bergulirnya krisis utang di zona euro dan masalah fiskal Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) menurunkan prospek pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini dan tahun depan.
Dilansir dari Straits Times, Kamis (27/12/2012), Kementerian Keuangan Korsel merevisi angka pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini 2,1 persen dari sebelumnya 3,3 persen. Sementara untuk tahun depan direvisi menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen.
"Perekonomian terus memperlambat karena permintaan global melambat akibat krisis utang zona euro yang berkepanjangan dan ketidakpastian yang lama-lama meredam sentimen," kata Kementerian Keuangan Korsel.
Sementara, versi pemerintah, pertumbuhan itu bercokol di angka 3,3 persen. Pertumbuhan ekonomi negara terbesar keempat di Asia ini akan terbatas pada semester pertama tahun depan. Tapi akan sedikit meningkat di paruh kedua ketika pasar global mulai menguat.
Sebelumnya, pertumbuhan perekonomian Korsel menurun sebesar 0,5 persen dari prediksi sebelumnya. Bank Sentral Korea Selatan (BoK) memprediksikan pertumbuhan ekonomi di Korsel adalah 3,5 persen. Sementara, prediksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi di Korsel mencapai 3,3 persen.
BoK menilai krisis utang zona euro dan perlambatan ekonomi global inilah yang menjadi pemicu turunnya prediksi pertumbuhan tersebut.
Dilansir dari Straits Times, Kamis (27/12/2012), Kementerian Keuangan Korsel merevisi angka pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini 2,1 persen dari sebelumnya 3,3 persen. Sementara untuk tahun depan direvisi menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen.
"Perekonomian terus memperlambat karena permintaan global melambat akibat krisis utang zona euro yang berkepanjangan dan ketidakpastian yang lama-lama meredam sentimen," kata Kementerian Keuangan Korsel.
Sementara, versi pemerintah, pertumbuhan itu bercokol di angka 3,3 persen. Pertumbuhan ekonomi negara terbesar keempat di Asia ini akan terbatas pada semester pertama tahun depan. Tapi akan sedikit meningkat di paruh kedua ketika pasar global mulai menguat.
Sebelumnya, pertumbuhan perekonomian Korsel menurun sebesar 0,5 persen dari prediksi sebelumnya. Bank Sentral Korea Selatan (BoK) memprediksikan pertumbuhan ekonomi di Korsel adalah 3,5 persen. Sementara, prediksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi di Korsel mencapai 3,3 persen.
BoK menilai krisis utang zona euro dan perlambatan ekonomi global inilah yang menjadi pemicu turunnya prediksi pertumbuhan tersebut.
(gpr)
Lihat Juga :