Semen Baturaja, BUMN paling berpotensi IPO di 2013
Minggu, 30 Desember 2012 - 18:12 WIB
Semen Baturaja, BUMN paling berpotensi IPO di 2013
A
A
A
Sindonews.com - Dari tiga badan usaha milik negara (BUMN) dan tiga anak perusahaan BUMN yang digadang-gadang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2013 oleh Kementerian BUMN, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai bahwa PT Semen Baturaja merupakan yang paling besar kemungkinannya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Untuk IPO belum ada rencana resmi yang sudah disetujui tim privatisasi sektor. Yang diusulkan Baturaja saja yang telah memperoleh persetujuan Komisi VI," terang Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartato kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (30/12/2012).
Adapun, PT Pegadaian dikhawatirkan jika menjadi perusahaan publik akan meninggalkan fungsi sosialnya dan menjadi terlalu berorientasi pada laba, sehingga kemungkinan besar tidak akan mendapat persetujuan DPR.
"Khusus Pegadaian dikhawatirkan kalau melantai ke Bursa akan melupakan fungsi pemberdayaan masyarakat yang saat ini banyak terbantu oleh PT Pegadaian," ungkap Airlangga.
Selain itu, PT Pos Indonesia dan tiga anak perusahaan masing-masing milik PT Pertamina, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT PLN Persero masih belum masuk dalam pembahasan dan belum jelas peluangnya. "PT Pos, Pegadaian, anak perusahaan Garuda, Pertamina dan PLN belum ada yang dibahas, sehingga masih wacana," ujar Airlangga, yang juga Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).
Sebelumnya diberitakan, Kementerian BUMN merencanakan tiga BUMN dan tiga anak perusahaan pelat merah akan melakukan IPO pada tahun 2013 mendatang. Dari tiga BUMN dan tiga anak perusahaan BUMN itu, dua perusahaan merupakan kelanjutan program privatisasi yang tertunda pada 2012, yakni PT Semen Baturaja dan PT Pegadaian.
Seperti diketahui, rencana IPO Semen Baturaja pada 13 Desember 2012 lalu tertunda karena ada tiga fraksi yang tidak mau menyetujui, sehingga Komisi XI DPR belum bisa mengizinkan BUMN tersebut untuk IPO.
"Yang setuju itu lima fraksi. Tapi semua ada catatan. Yang belum menyetujui itu Golkar, PPP, dan Gerindra," jelas Wakil Ketua Komisi XI DPR Zulkifliemansyah beberapa waktu lalu. Namun pascareses DPR, Kementerian BUMN pada 7 Januari 2013 akan kembali meminta restu IPO Semen Baturaja kepada parlemen.
"Untuk IPO belum ada rencana resmi yang sudah disetujui tim privatisasi sektor. Yang diusulkan Baturaja saja yang telah memperoleh persetujuan Komisi VI," terang Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartato kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (30/12/2012).
Adapun, PT Pegadaian dikhawatirkan jika menjadi perusahaan publik akan meninggalkan fungsi sosialnya dan menjadi terlalu berorientasi pada laba, sehingga kemungkinan besar tidak akan mendapat persetujuan DPR.
"Khusus Pegadaian dikhawatirkan kalau melantai ke Bursa akan melupakan fungsi pemberdayaan masyarakat yang saat ini banyak terbantu oleh PT Pegadaian," ungkap Airlangga.
Selain itu, PT Pos Indonesia dan tiga anak perusahaan masing-masing milik PT Pertamina, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT PLN Persero masih belum masuk dalam pembahasan dan belum jelas peluangnya. "PT Pos, Pegadaian, anak perusahaan Garuda, Pertamina dan PLN belum ada yang dibahas, sehingga masih wacana," ujar Airlangga, yang juga Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).
Sebelumnya diberitakan, Kementerian BUMN merencanakan tiga BUMN dan tiga anak perusahaan pelat merah akan melakukan IPO pada tahun 2013 mendatang. Dari tiga BUMN dan tiga anak perusahaan BUMN itu, dua perusahaan merupakan kelanjutan program privatisasi yang tertunda pada 2012, yakni PT Semen Baturaja dan PT Pegadaian.
Seperti diketahui, rencana IPO Semen Baturaja pada 13 Desember 2012 lalu tertunda karena ada tiga fraksi yang tidak mau menyetujui, sehingga Komisi XI DPR belum bisa mengizinkan BUMN tersebut untuk IPO.
"Yang setuju itu lima fraksi. Tapi semua ada catatan. Yang belum menyetujui itu Golkar, PPP, dan Gerindra," jelas Wakil Ketua Komisi XI DPR Zulkifliemansyah beberapa waktu lalu. Namun pascareses DPR, Kementerian BUMN pada 7 Januari 2013 akan kembali meminta restu IPO Semen Baturaja kepada parlemen.
(rna)
Lihat Juga :