IHSG perdagangan perdana berpotensi terkoreksi

Rabu, 02 Januari 2013 - 08:18 WIB
IHSG perdagangan perdana...
IHSG perdagangan perdana berpotensi terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama awal tahun ini diprediksi memiliki potensi terkoreksi.

"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.292-4.306 dan resistance 4.325-4.335," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (2/1/2013).

IHSG berpola spinning dan melewati middle bollinger bands(MBB). MACD bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought.

Meski pada penutupan perdagangan akhir tahun lalu IHSG menguat, namun Trust tetap berpandangan kenaikan tersebut bukanlah window dressing secara menyeluruh. Lagipula, kenaikan tersebut tidak didukung oleh volume dan hampir menciptakan adanya gap.

Menurut dia, meski secara teknikal ada peluang terkoreksi, namun diharapkan adanya sentimen positif, sehingga
IHSG bisa mengawali tahun 2013 dengan kenaikan.

Pada perdagangan tutup tahun lalu, pergerakan IHSG sempat diprediksi mencoba testing resistance level di atas level 4.300 an dan IHSG pun bergerak melampui level tersebut.

Positifnya bursa saham Asia yang didukung oleh kenaikan sejumlah data-data ekonomi turut membantu IHSG bertahan di zona positif selama sesi perdagangan di akhir tahun meskipun cenderung variatif.

Kenaikan IHSG sempat terbatas setelah sebagian pelaku pasar mencoba merealisasikan keuntungan memanfaatkan reli kenaikan. Meski hampir mendekati level penutupan sebelumnya (4.281,86), namun jelang akhir sesi IHSG bisa kembali menguat di atas level 4.300an.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.324,93 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.289,40 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.316,69.

Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik positif yang disinyalir adanya intervensi BI untuk menjaga nilai tukar
rupiah agar tidak terlalu melemah di penutupan perdagangan akhir tahun.

Di sisi lain, pasar bereaksi positif terhadap langkah Presiden Obama yang mengagendakan pertemuan dengan Kongres dan Senat untuk melanjutkan negosiasi fiscal cliff (FC), namun beredar rumor Kongres mengagendakan pertemuan pada Senin (31/12) untuk menyusun legalisasi UU untuk mengatasi FC.

Jika benar, maka FC akan tidak terhindarkan karena penandatangannya di tanggal (1/1). Padahal, yang diinginkan pasar adalah penandatangannya sebelum (1/1/13). Sementara itu, sentimen lainnya cukup variatif baik dari Perancis maupun Jepang.

Bursa saham Asia bergerak positif seiring dengan penurunan nilai tukar yen dan rilis beberapa data Jepang yang cukup negatif, namun membuat pasar bersikap optimis BoJ akan melonggarkan moneternya lebih agresif lagi pada pertemuan Januari 2013.

Optimisme akan stimulus yang juga akan dikucurkan oleh pemerintahan China yang baru turut menghijaukan bursa saham China. Di sisi lain, Bapepam China juga melonggarkan peraturan kepada sekuritas dengan membolehkan menerbitkan dan memperdagangkan subdebt, sehingga perdagangan akan lebih atraktif.

Naiknya indeks manufaktur China juga turut menambah sentimen positif di akhir tahun 2012. Bursa saham Eropa negatif di akhir tahun dengan kekecewaan pelaku pasar terhadap masalah FC AS yang tak kunjung selesai dengan waktu yang semakin dekat.

Pelaku pasar pesimistis masalah AS akan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. Hingga penutupan bursa saham Eropa waktu setempat kesepakatan FC juga belum terealisasikan. Bursa saham AS mengakhiri akhir tahun di zona hijau seiring harapan akan tercapainya kesepakatan FC meski detil kesepakatan tersebut tidak banyak diketahui.

Sebelumnya sempat berakhir di zona merah karena pelaku pasar seperti kehabisan kesabaran terhadap tenggat waktu FC yang makin dekat dengan jelang tutup tahun dan juga sempat ragu bahwa para politisi akandapat menyetujui dan mencapai kesepakatan terhadap program FC tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
4 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
28 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved